Pemerintahan

Sekda Buleleng Minta Pendataan Perlinsos Dipercepat demi Ketepatan Sasaran Bansos

Quotation:
“Kepada seluruh agen Perlinsos saya minta bekerja secara optimal. Jangan hanya menunggu warga datang, tetapi lakukan jemput bola dan berikan pemahaman bahwa pendataan ini merupakan bentuk perlindungan negara agar masyarakat yang berhak memperoleh bantuan dapat terlayani dengan baik,” ujar Gede Suyasa.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, meminta seluruh agen Perlindungan Sosial (Perlinsos), perangkat daerah, camat, lurah, dan perbekel mempercepat pendataan warga hingga batas akhir 30 Juli 2026. Pendataan itu menjadi dasar penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.

Dalam rapat percepatan pendataan Perlinsos yang digelar secara daring dari Ruang BCC Komunfosanti Buleleng, Senin (20/7), Suyasa mengatakan data Perlinsos akan menjadi basis pemerintah dalam menetapkan calon penerima berbagai program perlindungan sosial. Warga yang belum terdata berpotensi tidak masuk dalam daftar penerima bantuan karena tidak tercantum dalam basis data nasional.

“Yang perlu dipahami masyarakat, pendataan Perlinsos bukan untuk mengurangi penerima bantuan, tetapi memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak. Kalau tidak terdata, tentu pemerintah tidak memiliki dasar untuk menetapkan seseorang sebagai penerima bantuan sosial,” tegasnya.

Menurut dia, pendataan bukan bertujuan mengurangi jumlah penerima bantuan, melainkan memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi syarat. Proses tersebut juga diharapkan meningkatkan akurasi data sehingga penyaluran bantuan lebih adil sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat. Seluruh data akan diverifikasi secara digital berdasarkan identitas kependudukan dan kondisi riil setiap keluarga.

Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyiapkan sekitar 3.000 agen Perlinsos yang tersebar di desa dan kelurahan untuk mempercepat pendataan. Aparatur Sipil Negara yang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga diminta membantu masyarakat melakukan pendaftaran secara mandiri.

“Kepada seluruh agen Perlinsos saya minta bekerja secara optimal. Jangan hanya menunggu warga datang, tetapi lakukan jemput bola dan berikan pemahaman bahwa pendataan ini merupakan bentuk perlindungan negara agar masyarakat yang berhak memperoleh bantuan dapat terlayani dengan baik,” ujar Suyasa.

Hingga Senin, jumlah kepala keluarga yang telah terdata mencapai 88.767 KK atau 32,96 persen dari sekitar 269.300 KK di Kabupaten Buleleng. Meski capaian tersebut meningkat dalam sepekan terakhir, Suyasa meminta seluruh jajaran terus mengintensifkan pendataan hingga target terpenuhi.

Ia menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berkoordinasi dengan seluruh perbekel, sedangkan camat diminta menggerakkan lurah dan aparat wilayah untuk mengajak warga mengikuti pendataan. Agen Perlinsos juga diminta aktif mendatangi masyarakat, tidak hanya menunggu warga datang mendaftar.

Selain pendataan Perlinsos, Suyasa meminta seluruh perangkat daerah menuntaskan aktivasi IKD bagi ASN. Saat ini, tingkat aktivasi IKD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng telah mencapai 98,93 persen. Menurut dia, percepatan aktivasi IKD akan mendukung transformasi layanan publik dan memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintahan, termasuk pendaftaran Perlinsos secara mandiri.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button