Lingkungan

WCD 2026, Pemkab Buleleng Kerahkan Ribuan Warga Bersihkan Sampah di Enam Kawasan Singaraja

Quotation:
“Aksi gotong royong hari ini difokuskan pada pemilahan sampah dari sumbernya, terutama sampah plastik atau anorganik. Namun demikian, sampah organik yang ditemukan di lapangan tetap kita kumpulkan dan angkut untuk dikelola secara terpisah,” kata Adiana.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, mengerahkan ribuan personel untuk melakukan aksi bersih-bersih secara serentak di kawasan perkotaan Singaraja, Jumat (4/9/2026).

Aksi tersebut digelar untuk memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 sekaligus memperkuat Gerakan Buleleng Bersih Sampah yang diarahkan agar berlangsung secara berkelanjutan.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA itu dibagi dalam enam zonasi. Pembersihan menyasar kawasan perumahan dan permukiman padat penduduk, termasuk Kampung Singaraja, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Baru, Kampung Anyar, Kaliuntu hingga Banyuning.

Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Buleleng ditugaskan mengoordinasikan personel di wilayah binaannya masing-masing.

Gerakan tersebut melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, badan usaha milik daerah (BUMD), pemerintah kelurahan, pelajar, serta masyarakat.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, Made Adiana, mengatakan aksi kali ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga pemilahan sejak dari sumber.

“Aksi gotong royong hari ini difokuskan pada pemilahan sampah dari sumbernya, terutama sampah plastik atau anorganik. Namun demikian, sampah organik yang ditemukan di lapangan tetap kita kumpulkan dan angkut untuk dikelola secara terpisah,” kata Adiana saat ditemui di sela aksi pembersihan di titik kumpul Sasana Budaya, Jumat.

Sampah Dipilah, Bukan Sekadar Diangkut

Menurut Adiana, sampah hasil pembersihan akan ditangani berdasarkan jenisnya. Sampah organik akan dibawa ke Rumah Pengolahan Sampah Organik (Jaga Raga).

Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis akan disalurkan ke Bank Sampah Induk (BSI) Buleleng untuk didaur ulang.

Adapun sampah residu akan langsung diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Skema tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya Pemkab Buleleng mengubah pola penanganan sampah dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi pemilahan serta pengolahan sejak dari sumber.
Tak Berhenti pada World Cleanup Day

Adiana menegaskan, kegiatan tersebut tidak diharapkan berhenti sebagai agenda tahunan dalam rangka WCD.

Pemkab Buleleng mendorong gerakan bersih lingkungan dilakukan secara rutin setiap Jumat di seluruh wilayah Buleleng.

Selain aksi serentak di kawasan perkotaan Singaraja, seluruh satuan pendidikan mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK serta warga desa dan kelurahan juga diarahkan melakukan pembersihan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

“Rangkaian giat gotong royong ini dilaksanakan setiap Jumat dan akan mencapai puncaknya pada Minggu, 20 September 2026 mendatang,” ujar Adiana.

Ia berharap momentum WCD dapat menjadi penggerak partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

“Melalui momen World Cleanup Day, kami berharap semangat menjaga kebersihan dapat menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang budaya, agama, maupun profesi demi mewujudkan Buleleng yang bersih dan lestari,” katanya.

Writer: Widi
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button