Pendidikan

Atap Sekolah Ambruk, 165 Murid SDN 1 Anturan Terpaksa Belajar Shift Siang

Quotation:
“Ini akan kami dianggarkan di APBD Perubahan karena kondisinya sudah membahayakan. Jangan sampai nanti saat musim hujan terjadi keruntuhan lagi,” ujar Wabup Supriatna.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Sebanyak 165 murid SD Negeri 1 Anturan, Kecamatan Buleleng, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah lain setelah atap salah satu ruang kelas ambruk akibat bangunan yang telah lapuk. Mulai Selasa, 21 Juli 2026, seluruh siswa dipindahkan sementara ke SD Negeri 3 Anturan dengan sistem belajar dua shift.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan bagian yang ambruk merupakan atap ruang kelas VI. Namun, konstruksi atap yang saling menyatu membuat seluruh bangunan dinilai tidak lagi aman digunakan.

“Yang jebol atap ruang kelas VI. Namun karena konstruksi satu atap menyatu dengan bangunan lainnya, kondisi itu dinilai membahayakan apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Surya Bharata saat dikonfirmasi, Senin, 20 Juli 2026.

Jarak SD Negeri 1 Anturan dengan SD Negeri 3 Anturan sekitar 500 meter. Selama masa pemindahan, siswa SD Negeri 3 Anturan tetap belajar pada sesi pagi, sedangkan murid SD Negeri 1 Anturan menempati sesi siang.

“Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dipindahkan agar anak-anak tetap bisa belajar dalam kondisi yang aman,” ujarnya.

Sebelum kegiatan belajar dipindahkan, sekolah bersama instansi terkait membersihkan area yang terdampak ambruk. Adapun ruang guru dan perpustakaan di SD Negeri 1 Anturan masih digunakan untuk pelayanan administrasi.

Surya Bharata mengatakan kondisi bangunan sekolah sebenarnya telah lama diusulkan untuk direvitalisasi kepada pemerintah pusat. Namun, usulan tersebut belum masuk daftar prioritas.

“Secara fisik dan ekonomi bangunan terus kami pantau. Sebelum kejadian ini memang sudah masuk usulan revitalisasi, tetapi belum menjadi prioritas pusat,” katanya.

Setelah insiden itu, pemerintah daerah langsung melaporkan kondisi sekolah kepada Bupati Buleleng. Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang meninjau lokasi memastikan perbaikan akan dianggarkan melalui APBD Perubahan 2026.

“Ini akan kami dianggarkan di APBD Perubahan karena kondisinya sudah membahayakan. Jangan sampai nanti saat musim hujan terjadi keruntuhan lagi,” ujar Supriatna.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan proses perbaikan dapat segera dimulai agar kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Anturan kembali berlangsung normal dan tidak lagi menumpang di sekolah lain.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button