Nasional

Bandara Bali Utara Jangan Bernasib Seperti Kertajati, DPRD Minta Kajian Benar-Benar Matang

Quotation:
“Jangan sampai pembangunan bandara ditunggangi kepentingan lain di luar kepentingan publik. Bandara merupakan investasi besar sehingga seluruh aspek harus diperhitungkan secara cermat,” ucap Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id — Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya mengingatkan agar rencana pembangunan Bandara Bali Utara disiapkan melalui kajian yang komprehensif. Menurut dia, proyek bernilai besar tersebut tidak boleh sekadar menjadi agenda pembangunan, tetapi harus didasarkan pada kebutuhan riil, kepatuhan terhadap regulasi, serta perhitungan ekonomi dan lingkungan yang matang.

Ngurah Arya mengatakan, Kabupaten Buleleng telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buleleng Tahun 2024–2044. Dengan adanya regulasi tersebut, pemanfaatan ruang di seluruh wilayah Buleleng dimungkinkan sepanjang memenuhi persyaratan teknis dan ketentuan yang berlaku.

Ia menilai, salah satu aspek yang harus menjadi perhatian utama ialah dampak lingkungan. Apabila pembangunan bandara memerlukan reklamasi pantai, misalnya, maka potensi dampaknya terhadap ekosistem pesisir, termasuk ancaman abrasi, harus dihitung secara cermat sejak awal.

Sebagai alternatif percepatan pengembangan konektivitas udara di Bali utara, Ngurah Arya mengusulkan optimalisasi Bandara Letkol Wisnu di Kecamatan Gerokgak yang dinilai telah tersedia dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
“Jangan sampai pembangunan bandara ditunggangi kepentingan lain di luar kepentingan publik. Bandara merupakan investasi besar sehingga seluruh aspek harus diperhitungkan secara cermat,” ujarnya, Senin (20/7).

Ngurah Arya juga menyinggung sejumlah proyek bandara yang dinilai belum memberikan hasil sesuai harapan, seperti Bandara Kertajati, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Jenderal Besar Soedirman. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pembangunan infrastruktur harus dibarengi proyeksi kebutuhan dan tingkat utilisasi yang realistis.

Ia mengingatkan, bandara yang dibangun dengan investasi besar tetapi hanya melayani sedikit penerbangan berpotensi membebani keuangan negara dan tidak menghasilkan manfaat ekonomi yang optimal.

“Jangan sampai biaya pembangunan sangat besar, tetapi pemanfaatannya tidak sesuai rencana. Pada akhirnya justru menjadi beban negara,” katanya.

Meski demikian, DPRD Buleleng tetap mendukung rencana pembangunan Bandara Bali Utara yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), selama seluruh kajian teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Ngurah Arya, apabila proyek tersebut benar-benar terealisasi dan beroperasi secara optimal, keberadaan bandara berpotensi mendorong pertumbuhan pariwisata di Bali utara. Selain membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru, bandara juga dapat memperluas sebaran kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang telah berulang kali berkunjung ke Bali dan mencari destinasi baru di luar kawasan selatan pulau.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button