Nyoman Arya Astawa, Penyokong Utama Lovina Festival Ke-12 Tahun 2026

Quotation:
“Teman saya bahkan tidak bisa memesan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh. Hal ini menunjukkan betapa meningkatnya kunjungan wisatawan di Buleleng,” ujar Nyoman Arya Astawa.
Lovina, SINARTIMUR.co.id — Lovina Festival ke-12 Tahun 2026 kembali menjadi magnet bagi pariwisata Bali Utara. Ribuan wisatawan memadati kawasan Lovina selama penyelenggaraan festival, mendorong tingkat hunian hotel mencapai kapasitas penuh sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Di balik geliat tersebut, dukungan para pelaku usaha pariwisata menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat penyelenggaraan festival, termasuk kontribusi Tokoh Pariwisata Buleleng, Nyoman Arya Astawa.
Pengusaha yang dikenal sebagai pemilik Spice Dive, Warung Betutu Nyoman, dan Villa Nyoman itu menilai penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini sebagai yang terbaik sejak pertama kali digelar. Menurut pria yang akrab disapa Mang Dauh tersebut, dampak festival telah dirasakan bahkan jauh sebelum acara berlangsung.
“Teman saya bahkan tidak bisa memesan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh. Hal ini menunjukkan betapa meningkatnya kunjungan wisatawan di Buleleng,” ujar Nyoman Arya Astawa.

Penuhnya tingkat hunian hotel, menurut dia, menjadi indikator bahwa promosi Lovina Festival berjalan efektif dan berhasil menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi tersebut tidak hanya menguntungkan sektor akomodasi, tetapi juga memberi efek berganda bagi pelaku usaha kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga usaha mikro dan kecil di kawasan wisata.
Sebagai pelaku usaha yang telah lama berkecimpung dalam industri pariwisata Bali Utara, Nyoman Arya Astawa memandang Lovina Festival bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Festival ini dinilai menjadi instrumen strategis untuk memperkuat posisi Buleleng sebagai destinasi wisata yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang khas.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi Buleleng, Bali serta Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan kekayaan destinasi wisata alam, budaya, sejarah, dan kuliner, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, potensi tersebut, kata dia, hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.
“Pengembangan pariwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengusaha, pengelola objek wisata, masyarakat, media, hingga kampus,” ujar Nyoman Arya Astawa.
Ia menilai sinergi menjadi fondasi utama dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Pemerintah berperan melalui kebijakan dan pembangunan infrastruktur, pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan, masyarakat menjaga budaya serta lingkungan, media memperluas promosi destinasi, sementara kalangan akademisi dapat menghadirkan riset dan inovasi bagi pengembangan pariwisata.

Bagi Nyoman Arya Astawa, keberhasilan Lovina Festival ke-12 Tahun 2026 menjadi contoh bahwa kolaborasi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Meningkatnya jumlah wisatawan tidak hanya menciptakan aktivitas ekonomi selama festival berlangsung, tetapi juga memperkuat citra Buleleng sebagai destinasi wisata unggulan di Bali Utara.
Ia optimistis, apabila sinergi antarsemua pihak terus diperkuat, sektor pariwisata Indonesia akan semakin mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di mata dunia.
“Dengan memanfaatkan potensi pariwisata secara optimal, Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat citra negara di mata dunia. Karena itu menjadi penting bagi semua pihak untuk terus bersinergi dalam mengembangkan pariwisata Indonesia,” pungkas Mang Dauh.
Menariknya Arya Astawa alias Mang Dauh mengonsep kegiatan baru yang bakal menjadi magnet baru dalam event Lovina Festival Ke-12 Tahun 2026, yakni Lovina Cross Country (LCC) 8Km.
Dia mengatakan penyelenggaraan Lomba Cross Country merupakan langkah awal untuk memperkenalkan Lovina sebagai destinasi sport tourism. Ke depan, ajang ini ditargetkan berkembang menjadi lomba lari bertaraf internasional.
“Harapan kami mendatangkan wisatawan dari luar daerah, dan tahun depan skalanya bisa internasional,” kata Arya Astawa.
Menurutnya, antusiasme peserta dari luar daerah cukup tinggi. Bahkan, sekitar 85% dari 250 peserta yang telah mendaftar berasal dari luar Buleleng. Kondisi itu diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata karena para pelari diperkirakan datang lebih awal dan menginap selama beberapa hari di kawasan Pantai Lovina.

Arya Astawa menilai rute yang dipilih menjadi daya tarik tersendiri karena menawarkan panorama khas Bali Utara. Pelari akan disuguhi pemandangan sawah, perbukitan hingga garis pantai dalam satu lintasan yang mengusung konsep Nyegara Gunung.
“Selama ini orang bangga dengan Ubud. Padahal di Bali Utara kita juga punya perpaduan gunung, sawah, dan pantai dalam satu rute. Ini yang membedakan Lovina Cross Country,” ungkap Arya Astawa.
Tak hanya itu, peserta juga akan disambut berbagai atraksi budaya di sepanjang lintasan. Panitia menyiapkan lima titik penyambutan yang menampilkan kesenian baleganjur, tektekan hingga atraksi tradisional lainnya. Masyarakat setempat juga akan menyediakan buah-buahan gratis bagi para pelari sebagai bentuk sambutan khas Bali utara.
Melalui konsep tersebut, Arya Astawa berharap para peserta tidak hanya datang untuk berlomba, tetapi juga membawa pengalaman berkesan yang dapat mendorong promosi pariwisata Lovina secara lebih luas.
Keberhasilan Lovina Festival tahun ini sekaligus memperlihatkan bahwa keterlibatan aktif tokoh dan pelaku pariwisata lokal menjadi salah satu modal penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing. Dukungan yang diberikan tidak hanya memperkuat penyelenggaraan festival, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan destinasi wisata Buleleng yang berkelanjutan.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



