Pesan Tegas Sekda Buleleng untuk Calon Paskibraka: “Jangan Gagal karena Ulah Sendiri”

Quotation:
“Jangan sampai melakukan tindakan di luar pelatihan yang akhirnya merugikan diri sendiri. Contohnya kecelakaan atau sakit sehingga tidak bisa melaksanakan tugas secara penuh. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan baik dan mereka bisa mengikuti pelatihan dengan maksimal,” ucap Sekda Suyasa.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, mengingatkan puluhan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti pemusatan latihan. Menurutnya, kesempatan menjadi anggota Paskibraka hanya datang sekali selama masa sekolah.
Pesan itu disampaikan Suyasa saat meninjau latihan perdana 70 calon Paskibraka Kabupaten Buleleng di GOR Bhuana Patra, Singaraja, Senin (3/8/2026). Latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng itu juga dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Buleleng, Nyoman Widiartha.

Suyasa mengatakan, seluruh peserta yang mengikuti pemusatan latihan telah melewati proses seleksi yang panjang, mulai dari administrasi, tes akademik, hingga tes psikologi.
“Prosesnya cukup panjang, dari seleksi pendaftaran, tes akademik, hingga psikologi. Mereka yang lulus sekitar 70 orang ini yang nantinya akan bertugas,” ujar Suyasa.
Selama pemusatan latihan, para calon Paskibraka akan dibina oleh tim pelatih gabungan dari unsur TNI dan Polri di bawah koordinasi Kesbangpol Buleleng.
Menurut Suyasa, anggota Paskibraka menjadi pusat perhatian saat upacara pengibaran bendera sehingga kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan menjadi syarat utama yang harus dimiliki setiap peserta.
“Untuk bisa tampil sebaik-baiknya, mereka harus memulai dari diri sendiri: disiplin, taat arahan pelatih, serta memiliki motivasi tinggi,” katanya.

Ia menegaskan, kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakaan pengalaman yang tidak bisa diulang. Sebab, saat memasuki kelas XII pada tahun berikutnya, siswa harus fokus mempersiapkan ujian akhir sehingga tidak lagi dapat mengikuti seleksi.
“Ini catatan memori yang sangat istimewa buat mereka. Jadikan itu motivasi untuk berlatih sebaik mungkin,” ucapnya.
Suyasa juga mengingatkan para peserta agar menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas di luar latihan yang berisiko mengganggu persiapan.
“Jangan sampai melakukan tindakan di luar pelatihan yang akhirnya merugikan diri sendiri. Contohnya kecelakaan atau sakit sehingga tidak bisa melaksanakan tugas secara penuh. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan baik dan mereka bisa mengikuti pelatihan dengan maksimal,” pungkasnya.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



