Bawaslu Buleleng Dorong Anak Muda Jadi Jembatan Informasi Demokrasi di Ruang Digital

Quotation:
“Kehumasan kita harapkan menjadi jembatan informasi antara Bawaslu dengan masyarakat. Anak-anak muda punya ruang yang besar untuk itu, karena mereka dekat dengan teknologi dan media sosial,” ujar Carna.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buleleng mendorong generasi muda mengambil peran dalam menyebarluaskan informasi mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu melalui ruang digital.
Ketua Bawaslu Buleleng I Kadek Carna Wirata mengatakan, generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan informasi antara lembaga penyelenggara pemilu dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Carna dalam Rapat Pengelolaan Kehumasan yang digelar di Kantor Bawaslu Buleleng, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa dan komunitas di Buleleng.
Menurut Carna, perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Kondisi tersebut perlu diikuti lembaga, termasuk Bawaslu, melalui pengelolaan kehumasan yang mampu menjangkau masyarakat dengan pola komunikasi yang sesuai perkembangan zaman.
“Kehumasan kita harapkan menjadi jembatan informasi antara Bawaslu dengan masyarakat. Anak-anak muda punya ruang yang besar untuk itu, karena mereka dekat dengan teknologi dan media sosial,” ujar Carna.
Anak muda berperan dalam pengawasan partisipatif
Carna menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam mendorong pengawasan partisipatif. Informasi yang diperoleh anak muda dapat diteruskan kepada lingkungan terdekat, mulai dari keluarga hingga masyarakat.
Karena itu, menurut dia, komunikasi antara Bawaslu dan kelompok muda perlu dibangun secara berkelanjutan. Tidak hanya ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa di luar tahapan.
“Masa nontahapan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai demokrasi dan pengawasan Pemilu,” katanya.
Ia berharap komunikasi yang telah dibangun bersama organisasi mahasiswa dan komunitas dapat berkembang menjadi kolaborasi untuk memperluas pendidikan demokrasi di masyarakat.
Pola komunikasi harus menyesuaikan generasi muda
Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha mengatakan pola komunikasi generasi informasi mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.
“Kita perlu memahami bagaimana anak muda berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Cara menyampaikan pesan juga perlu menyesuaikan, tetapi substansi dan nilai edukasinya tetap harus dijaga,” kata Ganesha.
Ia mengatakan Bawaslu Buleleng terus melakukan pembelajaran internal terkait pengelolaan kehumasan. Pembelajaran tersebut mencakup penyusunan narasi hingga pengembangan konten untuk memperkuat kemampuan jajaran dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali Ni Luh Supri Cahayani menekankan bahwa kehumasan tidak hanya berkaitan dengan citra lembaga.
Menurut dia, kehumasan juga menyangkut hubungan dan interaksi lembaga dengan masyarakat. Pengelolaan kehumasan Bawaslu memiliki landasan melalui Peraturan Bawaslu Nomor 14 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Kehumasan.
Ia mengatakan media sosial memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk berinteraksi sekaligus berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.
“Media sosial juga membuka ruang bagi partisipasi publik. Mari kita bersama-sama mengisi ruang itu dengan hal-hal yang positif dan inovatif,” ujar Supri.
Komunitas berbagi kebiasaan bermedia sosial
Dalam diskusi tersebut, organisasi mahasiswa dan komunitas turut menyampaikan pandangan mengenai kebiasaan generasi muda dalam menggunakan media sosial.
Pembahasan mencakup waktu yang paling banyak digunakan anak muda untuk mengakses informasi, jenis visual yang menarik perhatian, konsistensi publikasi hingga pentingnya membangun interaksi dengan audiens.
Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antara Bawaslu Buleleng dan generasi muda mengenai komunikasi publik.
Bawaslu Buleleng berharap kolaborasi dengan organisasi mahasiswa dan komunitas dapat memperluas pendidikan demokrasi sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat terlibat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif.
Editor: Francelino
Sumber: Humas Bawaslu Buleleng



