Nasional

Roadshow Koster di Jakarta: Audensi ke MenPPN, Menhub dan MenPU, Semua Usulan Pembangunan Infrastruktur Disetujui

Quotation:
“Menteri PU menegaskan tahun 2026-2027 mulai dibangun jalan underpass Jimbaran Badung, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, pembangunan jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, Jalan Shorcut Titik 11 dan Titik 12 Singaraja-Mengwitani, dan lanjutan pembangunan Embung Unda Klungkung,” ucap Gubernur Koster.

Jakarta, SINARTIMUR.co.id – Luar biasa perjuangan Gubernur Bali bagi pembangunan infrastruktur di Bali. Gubernur Koster tidak pernah kenal lelah dalam memperjuangkan infrastruktur Bali. Gubernur asal Buleleng itu terus melanjutkan perjuangannya bagi terwujudnya infrastruktur Bali.

Untuk mewujudkan dan merealiasasikan infrastruktur yang memadai bagi Bali, Gubernur Koster terus melanjutkan aksi lobi-lobinya ke pemerintah pusat. Selain menaklukkan tembok kokoh Senayan, Gubernur Koster juga berhasil menjinakkan sejumlah menteri yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur di Pulau Bali.

Selasa (21/4/2026) bertepatan dengan Hari Kartini, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan roadshow audiensi ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof Rachmat Pambudy; Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi; dan Menteri Pekerjaan Umum Raden Dody Hanggodo.

Rangkaian roadshow audiensi Gubernur Koster ini dilakukan sebagai wujud keberhasilan Gubernur Koster menakliukkan tembok raksasa Senayan yang selalu menjadi angker daeri kepala daerah. Audensi ini sebagai tindaklanjut Keputusan Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PU, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Bali tanggal 8 April 2026 membahas percepatan pembangunan Infrastruktur pendukung pariwisata Bali.

Bagaimana hasil audensi dengan para menteri itu? Kalau tidak berhasil meluluhkan hati para menteri, bukan Koster namanya. Sebagai bukti Menteri PU dan Menteri Perhubungan serta dengan dukungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional memastikan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang diusulkan Gubernur Bali sesuai Keputusan Rapat Kerja Komisi V DPR RI secara bertahap mulai tahun 2026 diawali dengan studi dan perencanaan serta dilanjutkan pembangunan fisik.

“Menteri PU menegaskan tahun 2026-2027 mulai dibangun jalan underpass Jimbaran Badung, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, pembangunan jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, Jalan Shorcut Titik 11 dan Titik 12 Singaraja-Mengwitani, dan lanjutan pembangunan Embung Unda Klungkung,” ucap Gubernur Koster kepada media ini usai audensi ke para menteri tersebut.

“Serta pembangunan jaringan air minum dan irigasi dari Bendungan Telagawaja untuk masyarakat di kecamatan Kubu, Karangasem,” sambung Gubernur Koster.

Gubernur Koster mengungkapkan, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pada tahun 2026-2027 mulai membangun transportasi taksi laut menghubungkan Bandara Ngurah Rai ke Nusa Dua-Canggu Badung, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang menjadi pelabuhan logistik, penumpang, dan pariwisata di Buleleng. Selain itu, kata Gubernur Koster, Menhub juga berjanji kana melakukan pengembangan Pelabuhan Padangbai menjadi pelabuhan logistik, penumpang, dan pariwisata, kemudian pembangunan pelabuhan logistik di wilayah Amed Karangasem, dan pembangunan Pelabuhan Gunaksa Klungkung.

“Menteri Perhubungan menyetujui usulan Gubernur Bali untuk memisahkan transportasi logistik dan kendaraan penumpang. Transportasi kendaraan logistik dari Ketapang langsung ke Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Amed, atau Gunaksa sesuai tujuan. Jalur Gilimanuk-Mengwi hanya untuk kendaraan penumpang, untuk mengurangi jumlah kendaraan sehingga akan mengurangi kemacetan dan resiko terhadap kenyamanan dan keamanan,” papar Gubernur Koster.

Diuraikan Gubernur Koster, pembangunan infrastruktur jalan underpas Jimbaran Badung akan mengurangi kemacetan wilayah Badung Selatan. Pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur akan mengurangi kemacetan jalur Singaraja-Batur-Besakih dan jalur Gianyar-Klungkung-Batur.

“Pembangunan infrastruktur penghubung antar kabupaten dan pembangunan sarana prasarana strategis akan berlanjut tahun 2028, 2029, dan 2030 untuk mengatasi kemacetan se-Bali serta berdampak pada munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka pemerataan pembangunan antar wilayah Bali utara, selatan, timur, barat, dan tengah,” pungkas Gubernur Koster.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button