Politik

Dari FGD KPU: 90% Masyarakat Bali Masih Ingin Pemilihan Langsung

Quotation:
“FGD ini menjadi forum strategis untuk membahas hasil kajian serta merumuskan langkah-langkah perbaikan dalam penyelenggaraan Pilkada ke depan,” ucap Komang Dudhi.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Kendati Pemilu, Pilpres dan Pilkada Serentak Tahun 2024 lalu penuh dengan kontradiksi dan tuduhan kecurangan, namun hal itu tidak mempengaruhi keinginan masyarakat Bali.

Hasil penelitian Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja membuktikan bahwa 90 persen masyarakat Kabupaten Buleleng masih menginginkan pemilihan Presiden dan Kepala Daerah dilakukan secara langsung seperti selama ini.
Seperti diungkapkan Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan, pada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar KPU Kabupaten Buleleng, Rabu (19/3/2025) bertempat di Ruang Ganesha III Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memaparkan hasil kajian publik terkait pelaksanaan Pilkada Buleleng 2024. Acara yang berlangsung di Ruang Ganesha III Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja pada Rabu (19/3) ini dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, dan dihadiri oleh Ketua KPU Bali, perwakilan OPD Pemkab Buleleng, organisasi terkait, serta tim peneliti dari Undiksha Singaraja.

“Survei menunjukkan bahwa 90% masyarakat Bali masih mendukung sistem pemilihan langsung, menegaskan bahwa demokrasi tetap menjadi pilihan utama warga,” ungkap Lidartawan mengutip hasil penelitian Tim Peneliti Undiksha Singaraja.

Selain itu, Lidartawan juga menegaskan bahwa hasil kajian publik yang dilakukan oleh akademisi menunjukkan bahwa masyarakat Bali menilai Pilkada 2024 berlangsung secara demokratis, dengan skor evaluasi yang setara dengan predikat “A” dalam dunia akademik.

Lidartawan menegaskan pentingnya evaluasi dalam setiap tahapan Pemilu untuk memastikan kualitas demokrasi yang terus meningkat. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas capaian KPU Bali, yang dalam tiga pemilu terakhir berhasil menghindari sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami tidak ingin berpuas diri, tetapi kami bangga. KPU Bali menjadi satu-satunya yang tiga kali berturut-turut bebas dari sengketa di MK,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena unik di Buleleng, di mana banyak pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) bukan karena kesadaran memilih, tetapi karena kekhawatiran suara mereka disalahgunakan.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Apakah ada indikasi kecurangan atau politik uang yang memengaruhi pola pemilih. Kajian akademik seperti ini sangat membantu dalam memahami dinamika pemilu di daerah,” ucap Lidartawan.

Lidartawan berharap hasil kajian yang disampaikan dalam FGD ini dapat menjadi masukan berharga bagi penyelenggara pemilu dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi di Buleleng.

Sementara Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana dalam sambutannya saat membuka FGD mengapresiasi para peneliti dari Undiksha Singaraja yang telah melakukan kajian komprehensif terhadap penyelenggaraan Pilkada Buleleng 2024.

Ia menegaskan bahwa hasil kajian ini menjadi pijakan penting bagi KPU dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pemilu di masa mendatang.

“Kami sangat mengapresiasi kajian yang dilakukan para peneliti dari Undiksha. Hasil penelitian ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan penyelenggaraan Pilkada semakin baik. Apa yang sudah berjalan dengan baik akan dipertahankan, sementara kelemahan yang ditemukan akan kita evaluasi dan perbaiki bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Komang Dudhi menekankan bahwa meskipun tahapan Pilkada 2024 telah selesai, KPU tetap berkomitmen untuk terus melakukan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan. “FGD ini menjadi forum strategis untuk membahas hasil kajian serta merumuskan langkah-langkah perbaikan dalam penyelenggaraan Pilkada ke depan. Melalui diskusi yang melibatkan berbagai pihak, kami berharap dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Buleleng,” pungkas Komang Dudhi.

Editor: Francelino
Sumber: Humas Pemkab Buleleng

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button