Musprov INKINDO: Gubernur Koster Bilang Proyek Strategis di Bali Dapat Dukungan APBN
Mulai Underpass hingga Jembatan Nusa Ceningan-Lembongan Rabu

Quotation:
“Kalau hanya mengandalkan APBD, ya segitu saja. Tidak ada peningkatan signifikan. Karena itu saya harus banyak ke Jakarta untuk memperjuangkan anggaran pusat,” ucap Gubernur Koster.
Denpasar, SINARTIMUR.co.id – Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri Musyawarah Provinsi XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi Bali di Sanur, Rabu (6/5/2026). Pada kesempatan itu Gubernur Koster menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali sangat terbatas dalam percepatan pembangunan di Pulau Dewata ini. Keperbatasan APBD Bali ini menjadi tantangan utama dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya sektor infrastruktur, namun ini justru membuat Gubernur Bali Wayan Koster, lebih kreatif sumber dana bagi pembangunan di Bali
Gubernur Koster pun mencari cara dan terobosan untuk mencari dana demi mewujudkan proyek strategis di Bali. Dengan gaya dan kemampuan lobi, Gubeernur Kosteer memilih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna mendatangkan dukungan anggaran melalui APBN.
Menurut Gubernur Koster, kapasitas fiskal Bali yang berada di kisaran Rp 6,8 triliun dinilai sangat terbatas jika dibandingkan kebutuhan pembangunan. Bahkan, ia menyebut pembahasan APBD Bali bisa selesai dalam waktu singkat karena ruang fiskalnya kecil. Temukan lebih banyak Arsip Berita Bali Layanan Multimedia Berita Berita Olahraga Bali Pantai & Kepulauan Berita Keamanan Bali.
“Kalau hanya mengandalkan APBD, ya segitu saja. Tidak ada peningkatan signifikan. Karena itu saya harus banyak ke Jakarta untuk memperjuangkan anggaran pusat,” ucap Gubernur Koster.
Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dinilai masih tertinggal. Fokus utama diarahkan pada konektivitas antar kabupaten/kota di Bali, yang ditargetkan minimal 70 persen rampung dalam periode 2026–2029. Koster mengungkapkan, sejumlah proyek strategis kini telah mendapatkan dukungan APBN. Di antaranya pembangunan jalan nasional berupa underpass, overpass, dan jembatan dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah. Temukan lebih banyak Media Digital Bali Iklan Baris Online Referensi Geografis Info Pilkada Bali Berita Terpopuler Bali Selain itu, proyek lanjutan jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani pada titik 11 dan 12 dengan anggaran sekitar Rp770 miliar juga telah disetujui. Pembangunan jembatan penghubung Nusa Ceningan–Nusa Lembongan senilai Rp112 miliar, serta gedung parkir di kawasan Ulun Danu Batur sekitar Rp250 miliar juga mulai berjalan.
Tak hanya itu, pembangunan jaringan air bersih dan irigasi di Kecamatan Kubu, Karangasem dengan anggaran sekitar Rp90 miliar juga masuk dalam program prioritas yang didanai pusat. “Sebagian besar ini dari APBN. Kalau hanya APBD Bali, tidak akan cukup untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur,” tegasnya. Selain proyek fisik, Koster juga mendorong percepatan berbagai studi perencanaan strategis, seperti pembangunan underpass Tohpati dan Pesanggaran, jalan penghubung Karangasem–Buleleng, hingga kelanjutan pembangunan Bypass Ida Bagus Mantra ruas Kusamba–Padangbai.
Ia menargetkan proses perencanaan tersebut dapat dimulai pada 2026 agar pembangunan bisa segera direalisasikan pada tahun-tahun berikutnya. Temukan lebih banyak Wisata Bali Informasi Denpasar Terkini Panduan Kota & Daerah Event Budaya Bali Politik Dalam kesempatan itu, Koster juga mengingatkan para konsultan dan pemangku kepentingan agar bekerja profesional dan menjaga kebersamaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi tanpa konflik dalam mendukung pembangunan Bali. “Saya kerja tulus saja. Yang penting hasilnya untuk Bali. Infrastruktur ini kunci agar Bali bisa maju dan tidak tertinggal,” pungkasnya.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



