Lingkungan

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Hindu UHN Sugriwa Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai

Mengusung Tema “Keep Bali Island Clean And Green Based On Ecotheology Mind”

Quotation:
“Menjaga lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial, namun juga bagian dari implementasi nilai spiritual dan komunikasi lingkungan yang berkelanjutan. Beliau juga menyampaikan bahwa gerakan menjaga Bali tetap bersih dan hijau harus dimulai dari kesadaran individu, keluarga, hingga komunitas secara kolektif,” tegas Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri.

Denpasar, SINARTIMUR.co.id — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar angkatan 2025 berkolaborasi dengan komunitas Malu Dong Community dan BEM PM Universitas Udayana melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 06.30 WITA di Pantai Segara Ayu.

Kegiatan yang mengusung tema “Keep Bali Island Clean and Green Based on Ecotheology Mind” ini dihadiri oleh sekitar 260 peserta dari berbagai fakultas dan komunitas yang turut berpartisipasi aktif dalam aksi peduli lingkungan tersebut. Tema kegiatan menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian Pulau Bali melalui kesadaran ekologis yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan ecotheology.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam melaksanakan aksi nyata peduli lingkungan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial, namun juga bagian dari implementasi nilai spiritual dan komunikasi lingkungan yang berkelanjutan. Beliau juga menyampaikan bahwa gerakan menjaga Bali tetap bersih dan hijau harus dimulai dari kesadaran individu, keluarga, hingga komunitas secara kolektif,” tegas Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengelolaan sampah, khususnya pengelolaan sampah berbasis sumber sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2025 dan Instruksi Gubernur Nomor 8324 Tahun 2021.

Dalam sambutannya juga disampaikan pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai sesuai Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018, serta mendorong penguatan pengelolaan sampah mandiri di berbagai sektor, termasuk hotel, restoran, dan kafe (horeka), sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan Bali.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dari Wakil Presiden BEM PM Universitas Udayana, Gus Duta, yang menyoroti kondisi timbulan sampah di Bali yang semakin memprihatinkan, khususnya sampah plastik di kawasan pesisir dan destinasi wisata. Dalam penyampaiannya, BEM PM Udayana mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat aktif dalam aksi dan edukasi pengelolaan sampah demi menjaga keberlanjutan lingkungan Bali.

Selanjutnya, Ketua Malu Dong Community, I Made Agus Jaya Wardana, menyampaikan berbagai upaya dan penanganan sampah yang selama ini dilakukan oleh komunitas Malu Dong dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Sampah residu hasil kegiatan clean up ini akan langsung diproses oleh Malu Dong Community tanpa dipindahkan ke TPS maupun TPA, sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucap Jaya Wardana.

Setelah sesi sambutan dan arahan, seluruh peserta melakukan aksi clean up di sepanjang area Pantai Segara Ayu dengan memungut dan mengumpulkan berbagai jenis sampah, khususnya sampah non organik atau residu seperti botol plastik, tisu, kemasan makanan, puntung rokok, dan sampah lainnya yang ditemukan di kawasan pesisir. Dari kegiatan tersebut, total sampah non organik/residu yang berhasil dikumpulkan mencapai 135 kilogram dan kemudian dipilah untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh peserta dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli lingkungan di kalangan generasi muda sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai demi terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, hijau, dan berkelanjutan sesuai dengan semangat ecotheology.

Writer: Indra
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button