HUT HIMFLOR: Mahasiswa Flores di Singaraja Gelar Aksi Bersih-Bersih Pura Tamansari
Mahasiswa Flores Tebar Pesan Toleransi dan Persaudaraan dari Pura Tamansari

Quotation:
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada adik-adik mahasiswa Flores. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh dan memberi nilai positif dalam menjaga harmonisasi di tengah masyarakat,” ucap Jero Kelian Pura Taman Sari, Ketut Windu Saputra.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Himpunan Mahasiswa Flores (HIMFLOR) NTT, Singaraja menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Wantilan Pura Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Minggu (10/5/2026), dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) perdana organisasi tersebut.
Kegiatan sosial itu diikuti sejumlah mahasiswa asal Flores yang tengah menempuh pendidikan di Singaraja. Aksi tersebut juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Buleleng, Drh. I Nyoman Dhukajaya, yang turut terjun langsung mengikuti kegiatan bersih-bersih.
Ketua HIMFLOR Singaraja, Marius Peka Lein, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi yang hampir genap satu tahun sekaligus mempererat solidaritas antar mahasiswa Flores di perantauan.
“Sebagai bentuk rasa syukur HIMFLOR telah berjalan hampir setahun. Ini menjadi wadah komunikasi antar kami mahasiswa asal Flores sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Panitia Yuztino Da Yakob Goja mengatakan, kegiatan sosial itu juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di lingkungan tempat para mahasiswa tinggal dan menempuh pendidikan.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini menjadi contoh kerja sama dan saling merangkul di tanah rantau ini,” ujarnya.
Aksi para mahasiswa tersebut mendapat apresiasi dari Jero Kelian Pura Taman Sari, Ketut Windu Saputra. Ia menilai kegiatan itu mencerminkan nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada adik-adik mahasiswa Flores. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh dan memberi nilai positif dalam menjaga harmonisasi di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pembina sekaligus Penasehat HIMFLOR Singaraja, Anthonius Sanjaya Kiabeni, menjelaskan pemilihan lokasi kegiatan di kawasan pura memiliki makna simbolis tentang pentingnya menjaga kerukunan dan menghormati budaya lokal.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengimplementasikan filosofi “di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung” dalam kehidupan sehari-hari selama berada di tanah rantau.

“Di tengah adanya pandangan dan perilaku negatif terhadap oknum tertentu, justru kami membangun interaksi sosial positif untuk menangkal imej negatif terhadap anak-anak asal Flores,” jelasnya.
Anthonius menegaskan, HIMFLOR akan terus mendorong berbagai kegiatan positif bagi mahasiswa asal Flores di Singaraja guna memperkuat nilai persaudaraan lintas suku, agama, dan golongan.
“Memaknai keberagaman dengan selalu menghormati kearifan lokal, itu yang selalu kami sampaikan kepada mahasiswa yang tergabung di HIMFLOR,” tandasnya.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



