Kepada Gubernur Koster, BKSAP DPR RI Janji Perkuat Diplomasi Global untuk Promosi Pariwisata Bali

Quotation:
“Budaya Bali harus tetap menjadi roh pariwisata. Jangan sampai perkembangan sektor ini justru merendahkan martabat dan citra Bali,” ujar Koster.
Denpasar, SINARTIMUR.co.id – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI berkunjung ke Bali. BKSAP DPR RI diterima Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Kerta Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (19/6/2026).
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo bersama Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri mengusung tema “Diplomasi Parlemen untuk Transformasi Bali Menuju Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Berkualitas, dan Berdaya Saing Global.”
Dalam dialog tersebut, Gubernur Wayan Koster menekankan bahwa pembangunan pariwisata Bali tidak boleh mengorbankan identitas dan nilai-nilai budaya yang menjadi daya tarik utama Pulau Dewata.
“Budaya Bali harus tetap menjadi roh pariwisata. Jangan sampai perkembangan sektor ini justru merendahkan martabat dan citra Bali,” ujar Koster.
Gubernur Koster menjelaskan, Pemprov Bali tengah mempercepat pembangunan sistem pengelolaan sampah modern, termasuk proyek waste to energy berkapasitas sekitar 1.200 ton sampah per hari.
Program tersebut. kata Gubernur Koster, ditargetkan mampu memberikan solusi signifikan terhadap persoalan sampah di Bali pada 2028. Di sisi lain, dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur transportasi juga terus diperkuat untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Sementara itu Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo menyampaikan bahwa Bali merupakan wajah Indonesia di mata dunia sehingga transformasi pariwisata Bali menjadi kepentingan nasional. “Keberhasilan Bali dalam mengelola pariwisata berkelanjutan akan menjadi keberhasilan Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Dijelaskan Bramantyo, BKSAP memiliki jaringan kerja sama bilateral dengan 102 negara yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi Bali di berbagai forum internasional. Potensi tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan berkualitas dari kawasan Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Latin.
Ia juga mengapresiasi arah kebijakan Pemprov Bali yang lebih menitikberatkan pada kualitas wisatawan dibanding sekadar mengejar jumlah kunjungan. “Yang paling penting bukan hanya banyaknya wisatawan yang datang, tetapi bagaimana mereka memberikan nilai ekonomi yang lebih besar sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya. Bali memiliki keunikan yang harus terus dipertahankan sebagai kekuatan utamanya,” ucap Bramantyo.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



