Kesehatan

111 Kader Posyandu Buleleng Dilatih Dukung 6 SPM

Quotation:
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai peran Posyandu dalam transformasi pelayanan dasar. Pengetahuan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di masing-masing wilayah untuk memberikan pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ucap Dwi Dewata.

Denpasar, SINARTIMUR.co.id — Sebanyak 111 kader Posyandu dari Kabupaten Buleleng mengikuti pelatihan untuk memperkuat peran Posyandu dalam mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pelatihan Posyandu ke-10 tersebut dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bali, Senin (10/8/2026).

Enam SPM yang menjadi fokus transformasi Posyandu mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Transformasi tersebut memperluas peran Posyandu yang sebelumnya lebih dikenal sebagai layanan kesehatan. Kini, Posyandu didorong ikut mendukung pemenuhan berbagai pelayanan dasar masyarakat.

Dwi Dewata mengatakan, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kader berperan menyampaikan informasi dan edukasi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta menghubungkan warga dengan berbagai layanan pemerintah.

“Transformasi Posyandu ini harus kita dorong bersama agar Posyandu mampu memberikan pelayanan yang lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga mendukung enam Standar Pelayanan Minimal yang menjadi hak dasar masyarakat,” kata Dwi Dewata.

Kader jadi penggerak

Menurut Dwi Dewata, peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu kunci keberhasilan transformasi Posyandu. Kader tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai berbagai pelayanan dasar.

Selain itu, kader perlu memiliki kemampuan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai peran Posyandu dalam transformasi pelayanan dasar. Pengetahuan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di masing-masing wilayah untuk memberikan pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 111 kader dari Buleleng diharapkan menjadi penggerak di wilayah masing-masing. Mereka juga didorong mampu mengidentifikasi persoalan masyarakat dan membantu memastikan warga mendapatkan akses pelayanan dasar sesuai kebutuhan.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan Posyandu.

Dengan penguatan kapasitas kader, Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pelayanan dasar hingga tingkat desa.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button