Piodalan Panjang, dr Caput Bersama PUSKOR Layani Kesehatan Pemangku di Desa Adat Munduk Kunci

Quotation:
“Titiang (saya, red) ngatur suksma, terima kasih kepada Pak Dokter, pada PUSKOR Hindunesia yang telah memenuhi permintaan titiang selaku paguyuban sini untuk menerima safari kesehatan,” ujar Jro Made.
Sukasada, SINARTIMUR.co.id – Kepedulian terhadap kesehatan para pemangku dan krama desa kembali diwujudkan Relawan Darma PUSKOR Hindunesia Dekorda Buleleng.
Kali ini, tim yang dikoordinasikan Dr dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG, yang akrab disapa Dokter Caput hadir di Desa Adat Munduk Kunci, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan secara gratis, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar atas permintaan Paguyuban Pemangku Wasista Gotra Desa Adat Munduk Kunci setelah para pemangku dan krama setempat menjalani rangkaian piodalan selama 21 hari.
Padatnya aktivitas keagamaan selama pelaksanaan piodalan membuat tenaga dan stamina para pemangku terkuras. Kehadiran Relawan Darma PUSKOR Hindunesia Dekorda Buleleng menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan mereka setelah menjalankan berbagai rangkaian yadnya.
Dokter Caput mengatakan, pelayanan kesehatan bagi sulinggih, pemangku, sarati, serta masyarakat merupakan salah satu bentuk kepedulian yang terus dijalankan PUSKOR Hindunesia Dekorda Buleleng.
“Ini memang salah satu program kita di PUSKOR Hindunesia Dekorda Buleleng yang senantiasa melakukan kegiatan yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, khususnya sulinggih, pemangku, sarati dan masyarakat di tempat tersebut,” ujar Dokter Caput.
Menurut dia, momentum Purnama Kapat juga bertepatan dengan banyaknya kegiatan yadnya dan upacara keagamaan yang membutuhkan energi, tenaga, pikiran, serta biaya. Karena itu, pelayanan kesehatan dinilai penting untuk membantu menjaga kondisi fisik masyarakat sekaligus mencegah gangguan kesehatan akibat kelelahan.
“Kita tahu saat-saat seperti ini Purnama Kapat, kegiatan-kegiatan yadnya, kegiatan-kegiatan upacara terus menguras energi, tenaga, pikiran dan material. Dan sinilah penting rasanya kita selaku Relawan Darma untuk hadir, minimal mencegah dari sakit atau penyakit yang dapat muncul dari kelelahan dalam prosesi kegiatan keumatan dan keagamaan ini,” katanya.
Dokter Caput juga mengapresiasi sambutan masyarakat, Desa Adat Munduk Kunci, serta Paguyuban Pemangku terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan pelayanan kesehatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
“Astungkara, penerimaan dari masyarakat setempat, dari Desa Adat dan dari Paguyuban Pemangku sangat baik untuk kita. Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan seperti ini terus kita laksanakan dan masyarakat sehat sesuai dengan harapan kita,” ucap Dokter Capu.

Pemangku Sambut Baik Safari Kesehatan
Ketua Paguyuban Pemangku Wasista Gotra Desa Adat Munduk Kunci, Jro Made Suastada, menyampaikan apresiasi atas respons Relawan Darma PUSKOR Hindunesia Dekorda Buleleng yang memenuhi permintaan pelayanan kesehatan bagi para pemangku dan krama.
Ia mengatakan, pelayanan kesehatan tersebut sangat dibutuhkan setelah para pemangku menjalankan rangkaian piodalan selama 21 hari.
“Pertama-tama titiang (saya, red) ngatur suksma, terima kasih kepada Pak Dokter, pada PUSKOR Hindunesia yang telah memenuhi permintaan titiang selaku paguyuban sini untuk menerima safari kesehatan,” ujar Jro Made.
Menurut dia, panjangnya rangkaian kegiatan piodalan membuat kondisi fisik para pemangku cukup terkuras. Karena itu, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Dokter Caput selaku koordinator PUSKOR Hindunesia Dekorda Buleleng untuk menghadirkan safari kesehatan di Desa Adat Munduk Kunci.
“Selama 21 ini melaksanakan kegiatan piodalan, rasanya sangat dibutuhkan karena tenaga kami sangat terkuras,” katanya.
Jro Made berharap sinergi antara Paguyuban Pemangku, Desa Adat Munduk Kunci, dan Relawan Darma PUSKOR Hindunesia Dekorda Buleleng dapat terus berlanjut, terutama dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Syukurlah, hari ini Pak Dokter bersama tim telah datang ke desa kami, membantu kami. Mudah-mudahan ke depannya kami selalu bersinergi dengan Pak Dokter untuk menjaga kesehatan masyarakat Desa Adat Munduk Kunci,” ujar Jro Made.

Pertama Kali Digelar di Desa Adat Munduk Kunci
Sementara itu, Kelian Desa Adat Munduk Kunci, Gede Gara, menyambut positif pelaksanaan pemeriksaan dan pengobatan gratis tersebut. Ia mengaku senang karena Dokter Caput bersama tim berinisiatif hadir memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat desa adat.
“Saya selaku Kelian Desa Adat Munduk Kunci sangat senang dan bahagia karena Pak Dokter bersama tim yang telah inisiasi melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini,” kata Gede Gara.
Menurut Gede Gara, kegiatan pelayanan kesehatan serupa sebelumnya memang pernah dilaksanakan di wilayah Desa Dinas Tegallinggah. Namun, kegiatan khusus di Desa Adat Munduk Kunci baru pertama kali digelar.
“Kegiatan serupa di Desa Dinas Tegallinggah sering diadakan, tetapi untuk di Desa Adat Munduk Kunci ini baru pertama kali diadakan di sini,” ujarnya.
Kehadiran Relawan Darma PUSKOR di tengah masyarakat pun menjadi bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan para pemangku dan krama, terlebih setelah mereka menyelesaikan rangkaian panjang kegiatan keagamaan.

Pelayanan kesehatan gratis tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara Relawan Darma PUSKOR, desa adat, paguyuban pemangku, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung pelaksanaan kehidupan keagamaan di tingkat desa adat.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



