Groundbreaking: Disiapkan Rp14,1 Miliar untuk Tata Kawasan Lovina

Quotation:
”Karena ini adalah ikon pariwisata Buleleng. Lovina ditata agar jadi lebih spesial,” ucap Bupati Sutjidra.
Lovina, SINARTIMUR.co.id – Duet pemimpin Kabupaten Buleleng Bupati Nyoman Sutjidra dan Wabup Gede Supriatna, terus bergerak menata Kawasan-kawasan penting dan utama di Kabupaten Buleleng.
Sebelumnya dilakukan groundbreaking “Titik O” di pusat Kota Singaraja, Selasa (3/3/2026) pagi, duet dari PDI Perjuangan itu melakukan groundbreaking penataan Kawasan pariwisata Lovina.
Acara groundbreaking dipusatkan di Pantai Tasik Madu pukul 07.00 Wita dimulai dengan upacara ngeruwak lan mecaru.
Proyek dengan nama Penataan Infrastruktur Kawasan Wisata Lovina, dikerjakan oleh CV. Tenaga Inti dengan nilai kontrak Rp14.173.125.432,32. Kontrak yang sudah resmi per Senin (2/3/2026), dengan masa pengerjaan 120 hari, maka pengerjaannya selesai pada Jumat (3/7/2026).
”Yang mengerjakan local boy (kontraktor lokal). Empat bulan proyek ini eksekusi. Batasnya dari Jalan Mawar sampai tukad dekat Spice Beach. Sumber dananya dari BKK Badung,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra.
Kadis Adiptha mengungkapkan bahwa penataan tersebut akan berjalan bertahap. Untuk tahap pertama, yang sedang dikerjakan, dilakukan perbaikan drainase dan Jalan Binaria-Mawar (akses ke Pantai Lovina), kemudian revitalisasi sejumlah sungai di kawasan tersebut. Bahkan pedestrian yang sudah ada akan diperlebar ditambahkan lampu penerangan. “Itu sekaligus jogging track juga,” sambungnya.
Pelaku Pariwisata, Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh menyebutkan bahwa proyek ini, sebagai gebrakan impian masyarakat di Kawasan Pantai Lovina. Sebab keinginannya adalah melihat Lovina tertata semakin baik, dari sebelum-sebelumnya. Apalagi berbicara sejarah, Pantai Lovina merupakan cikal bakal alias titik nol pariwisata di Buleleng.
”Dengan penataan ini, akan kembalikan marwah Lovina. Apalagi jadi barometer pariwisata di Buleleng. Ketika ditata, akan tambah daya tarik. Skala kunjungan disini jelas, tapi harus dibarengi dengan penataan,” ujar Mang Dauh.
Sementara itu Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengakui bahwa masukan-masukan dari pelaku pariwisata, juga menjadi salah satu acuan Pemkab Buleleng dalam penataan Kawasan Pantai Lovina. Sebab mereka yang juga bersentuhan langsung dengan wisatawan, paham akan kebutuhan pariwisata di sana.
Sehingga mereka ingin agar kawasan tersebut memiliki tempat-tempat pertunjukan budaya, kuliner yang jelas, tanpa mengganggu kegiatan di masyarakat. Karena menurut para wisatawan, setiap orang yang ke Buleleng, ingin ke Lovina. Apalagi sudah terkenal dengan atraksi lumba-lumbanya. ”Karena ini adalah ikon pariwisata Buleleng. Lovina ditata agar jadi lebih spesial,” ucap Bupati Sutjidra.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



