Pemerintahan

Forum SKPD BRIDA 2026: BRIDA Buleleng Diminta Tingkatkan Anggaran Riset

Quotation:
“Pendekatan evidence-based policy menjadi keharusan. Riset dan inovasi tidak lagi hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah,” tegas Suwarmawan.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, menggelar Forum SKPD BRIDA 2026 yang berlangsung pada Senin (2/3) di Ruang Rapat BRIDA Buleleng di Jalan Ngurah Rai No 72 Singaraja.

Sejumlah pejabat pemerintah, pimpinan Perguruan Tinggi (PT) Negeri/Swasta, HIPMI, sejumlat tokoh pers Buleleng seperti Presiden KJB Putu Nova, Ketua PWI Buleleng Made Winingsih, dan Ketua SMSI Kabupaten Buleleng Francelino Xavier Ximenes Freitas, diundang dalam acara itu.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, memaparkan arah kebijakan dan rancangan Rencana Kerja Tahun 2027 dalam Forum SKPD BRIDA 2026.

Dalam paparannya, Ketut Suwarmawan menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan harus bertumpu pada perencanaan yang tepat sasaran, terukur, dan berbasis data. Oleh karena itu, peran riset dan inovasi menjadi sangat strategis sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan perangkat daerah.

“Pendekatan evidence-based policy menjadi keharusan. Riset dan inovasi tidak lagi hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah,” tegas Suwarmawan .

Ia juga memaparkan capaian kinerja BRIDA tahun 2025 yang menunjukkan hasil positif, dengan realisasi anggaran mencapai lebih dari 92 persen dan rata-rata capaian kinerja di atas 96 persen. Berbagai kajian strategis telah dihasilkan, mulai dari penyusunan roadmap komoditas unggulan, kajian kebijakan kebencanaan, hingga peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai turunan RPJMD.

Tak hanya itu, Kabupaten Buleleng juga berhasil meraih predikat Kabupaten Inovatif Tahun 2025 dengan nilai Indeks Inovasi Daerah sebesar 62,96, serta menempati peringkat kedua Indeks Daya Saing Daerah se-Provinsi Bali dengan skor 3,84. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa pemanfaatan riset dan inovasi telah memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Menatap perencanaan tahun 2027, BRIDA Buleleng mengusulkan sejumlah kajian strategis sesuai Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah, di antaranya peningkatan mutu layanan kesehatan, roadmap pengentasan kemiskinan, adaptasi perubahan iklim, hingga inovasi pengendalian penyakit menular. Seluruh kajian tersebut diarahkan untuk mendukung visi pembangunan Kabupaten Buleleng yang berkelanjutan dan berbasis pengetahuan.

Melalui Forum SKPD ini, BRIDA Buleleng berharap terwujudnya sinergi yang kuat antarperangkat daerah, sehingga hasil riset dan inovasi benar-benar dimanfaatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah secara menyeluruh.

Dalam sesi tanya-jawab, masukan menarikan dari Ketua SMSI Kabupaten Buleleng Francelino Xavier Ximenes Freitas. Pria yang akrab disapa Franz itu menyarankan kepada BRIDA Buleleng untuk meningkatkan anggaran riset. Karena perencanaan pembangunan yang baik adalah penrencanaan yang berdasarkan hasil penelitian atau hasil riset.

“Untuk ke depan BRIDA sebagai leading sector hanya menaikkan anggaran riset dan menjalin Kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada Buleleng,” tandas Franz yang adalah Pemred SINARTIMUR.co,id.

Franz pun melayangkan kritik kepada eksekutif dan legistatif bahwa selama ini anggaran lebih banyak untuk memuaskan konstitukennya daripada memperhatikan program pembangunan jangka panjang seperti riset alias penelitian. Ia juga mengkritik BRIDA yang selama ini tidak pernah mempublikasikan hasil riset yang dilakukannya.

Writer: Tim SINARTIMUR.co,id
Editor : Tim Editor SINARTIMUR.co.id

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button