Perkuat Data PKK, Bupati Sutjidra Luncurkan Aplikasi SIMANJA PKK

Quotation:
“Keberadaan data yang cepat dan terintegrasi menjadi kunci utama ketepatan sasaran sepuluh program pokok PKK,” kata Wardhany.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id — Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, mendorong penguatan pengelolaan data Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui digitalisasi. Upaya itu dilakukan dengan meluncurkan Sistem Informasi Mandala Ambararaja Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (SIMANJA PKK).
Aplikasi tersebut diluncurkan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra didampingi Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di area Buleleng Digital Expo (BDE), Ruang Terbuka Hijau Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026).
Wardhany mengatakan, SIMANJA PKK merupakan inovasi untuk mengubah sistem pendataan yang selama ini dilakukan secara manual menjadi berbasis digital dan terintegrasi.
Menurut dia, aplikasi tersebut diinisiasi TP PKK Kabupaten Buleleng bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng untuk memperkuat akuntabilitas data PKK.
“Saya menyambut baik inisiatif dan inovasi ini yang bekerja sama dengan Dinas
Kominfosanti dalam mewujudkan aplikasi SIMANJA PKK,” ujar Wardhany.
Ia menuturkan, PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam pembangunan masyarakat, termasuk hingga tingkat dasawisma. Karena itu, ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program PKK.
“Keberadaan data yang cepat dan terintegrasi menjadi kunci utama ketepatan sasaran sepuluh program pokok PKK,” kata Wardhany.
Data PKK terpusat
Wardhany menjelaskan, SIMANJA PKK dirancang sebagai platform untuk mengelola, mencatat, dan mengintegrasikan data kegiatan serta administrasi PKK dari tingkat dusun hingga kabupaten.
Sistem tersebut sekaligus menggantikan pencatatan manual oleh kelompok dasawisma dengan basis data digital yang terpusat dan dapat diperbarui secara waktu nyata.
Selain pendataan, aplikasi itu menjadi wadah pelaporan terstruktur bagi kelompok kerja (Pokja) I hingga Pokja IV.
“Sistem ini menggantikan pencatatan manual dasawisma menjadi basis data digital yang terpusat secara real-time, sekaligus menjadi wadah pelaporan terstruktur bagi Pokja I hingga Pokja IV,” ujar Wardhany.
SIMANJA PKK sebelumnya telah melalui tahap uji coba di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, dan Desa Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu.
Ke depan, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melakukan pendataan melalui kader dasawisma.
Dengan sistem itu, TP PKK Kabupaten Buleleng menargetkan tersedianya data yang lebih valid, terbarui, dan terintegrasi. Data tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan serta pelaksanaan program PKK agar lebih tepat sasaran.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



