Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit Sudah Terealisasi

Quotation:
“Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” ujar Lilik.
Denpasar, SINARTIMUR.co.id — Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pelaksanaan program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hingga September 2026, sebanyak 1.410 unit rumah telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) penerima bantuan dalam program perumahan di Bali. Namun, dari target 4.184 unit pada 2026, baru 387 unit yang telah rampung 100 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, dalam Rapat Koordinasi Progres Program APBN dan Non-APBN Kementerian PKP di Provinsi Bali, Rabu (30/9) malam.
Rapat tersebut diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual melalui Zoom dan dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Lilik mengatakan, capaian program bantuan perumahan di Bali terus meningkat. Pada 2025, tercatat 31 unit rumah masuk dalam program bantuan.
Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan dan penanganan sebanyak 4.184 unit rumah.
Meski demikian, masih diperlukan percepatan karena waktu pelaksanaan tersisa sekitar tiga bulan. “Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” ujar Lilik dalam rapat tersebut.
Bedah rumah hingga rumah susun
Selain program bedah rumah, pemerintah juga menjalankan pembangunan rumah susun di Bali.
Salah satunya berupa satu tower rumah susun di Denpasar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni.
Rumah susun tersebut memiliki tipe 36 dengan total 60 unit.
Di luar program yang bersumber dari APBN, Kementerian PKP juga menjalankan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi.
Untuk 2026, target FLPP di Bali mencapai 1.114 unit.
Selain itu, terdapat Kredit Program Perumahan (KPP). Realisasi program tersebut di Bali mencapai 99,9 persen, dengan nilai penyaluran sekitar Rp 1,003 triliun.
BPD Bali peringkat kedua penyaluran KUR Perumahan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi pelaksanaan KUR Perumahan di Bali.
Menurut Maruarar, Bali termasuk daerah dengan penyaluran KUR Perumahan yang tinggi. Bahkan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali berada di posisi kedua dalam penyaluran KUR Perumahan.
Maruarar mengatakan, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Bali.
Salah satu keunggulan KUR Perumahan adalah suku bunga yang ditetapkan sebesar 5 persen sejak awal hingga lunas.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan capaian Bali tidak hanya terlihat pada KUR Perumahan, tetapi juga pada penyaluran KUR untuk sektor lainnya.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program perumahan yang dinilai membantu masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.”Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster.
Koster juga meminta pelaksanaan program bedah rumah dipercepat. Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan perumahan yang dihadapi masyarakat Bali.
Kredit Program Perumahan (KPP) merupakan pembiayaan bersubsidi pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat memiliki atau merenovasi rumah.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda dan Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali Made Aryati.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



