Kebakaran Hutan di Buleleng: 48,6 Hektar Hutan di Desa Pemuteran Terbakar

Quotation:”Upaya pemadaman dilakukan secara manual, mengingat medan menuju lokasi sangat terjal dan sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan pemadam,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Memasuki musim panas, hutan di Buleleng mulai dihantui bencana kebakaran. Seperti yang terjadi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Informasi yang didapatkan media ini menyebutkna bahwa kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Desa Pemuteran pada Kamis (16/7/2026). Api yang mulai terpantau sejak Kamis (16/7) sore, akhirnya padam pada Minggu (19/7). Diketahui area yang terdampak peristiwa ini seluas 48,6 hektar.
Diketahui yang terbakar adalah Kawasan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi (HP) Kelompok Hutan Bali Barat RTK 19. Titik api mulai terpantau pada Kamis (16/7) sekitar pukul 16.00 Wita. Jumat (17/7) sekitar pukul 21.00 Wita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mulai melakukan penanganan. Api disebut terlihat di kawasan Bukit Kursi, dengan kobaran cukup besar dan pergeseran cukup cepat.
”Upaya pemadaman dilakukan secara manual, mengingat medan menuju lokasi sangat terjal dan sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan pemadam,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, Minggu (19/7/2026).
Pemadaman api dilakukan oleh tim gabungan. Mulai dari BPBD Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali, Polres Buleleng, Polisi Kehutanan (Polhut), Kodim Buleleng, Pemerintah Kecamatan Gerokgak, Pemerintah Desa Pemuteran.
Untuk memadamkan api, tim gabungan melakukan pendakian menuju titik kebakaran hutan. Bahkan personel membawa kantong-kantong air (water bag) serta memanfaatkan dahan pohon, untuk mengendalikan dan memadamkan kobaran api di sejumlah titik
Drone juga digunakan, untuk mendukung asesmen kondisi dan dokumentasi area terdampak. Diketahui, berdasarkan analisis citra Satelit Copernicus, luas area terdampak diperkirakan kurang lebih 48,6 hektare. Terdiri dari 28,21 hektare Hutan Produksi dan 20,39 hektar Hutan Lindung.
”Kondisi terkini pada Minggu (19/7), tidak ditemukan lagi titik api maupun asap. Sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali. Tetapi pemantauan berkala masih dilakukan sebagai langkah antisipasi, munculnya bara api,” tambah Kalaksa Suyasa.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



