Budaya

Bupati Buleleng Buka Busungbiu Festival 2026

Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Lokal

Quotation:
“Festival ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi Busungbiu kepada masyarakat luas. Bukan hanya itu, festival ini juga membuka peluang ekonomi baru,” ucap Bupati Sutjidra.

Busungbiu, SINARTIMUR.co.id -Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar Busungbiu Festival 2026 selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Mei 2026 di Lapangan Umum Natha Praja, Busungbiu.

Festival yang dirangkaikan dengan peringatan HUT Bhayangkara ke-80 tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan potensi seni, budaya, dan produk UMKM desa di wilayah Kecamatan Busungbiu.

Busungbiu Festival 2026 dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dan turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng, Made Suharta, unsur Forkopimcam, perangkat daerah terkait, serta masyarakat setempat.

Oplus_16908288

Dalam sambutannya, Bupati Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa Kecamatan Busungbiu memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat. Berbagai komoditas unggulan seperti cengkeh, kopi, kakao, dan kelapa dinilai menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang terus berkembang.

“Selain sektor pertanian, tumbuhnya pelaku UMKM dan industri rumah tangga juga menunjukkan daya saing masyarakat Busungbiu yang semakin meningkat,” ucap Bupati Sutjidra, Sabtu (16/5/2026) malam.

Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa festival tersebut juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi Busungbiu kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata dan investasi daerah.

“Festival ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi Busungbiu kepada masyarakat luas. Bukan hanya itu, festival ini juga membuka peluang ekonomi baru,” tandas Bupati Sutjidra.

Sementara itu, Camat Busungbiu, Putu Gede Yudana, mengatakan Busungbiu Festival 2026 melibatkan seluruh desa di Kecamatan Busungbiu serta sekolah tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah setempat.

Ia menjelaskan Kecamatan Busungbiu memiliki 15 desa dinas dan 16 desa adat dengan jumlah penduduk mencapai 52.830 jiwa serta luas wilayah sekitar 19.662 hektare atau 14,40 persen dari total luas Kabupaten Buleleng.

Oplus_16908288

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, di antaranya jalan santai, donor darah, senam kebugaran, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba ngelawar antar desa adat, mesatua Bali, lomba mewarnai, menggambar, Baligrafi, hingga Busungbiu Idol.

Pada malam hari, festival diisi pagelaran seni tari, seni tabuh, tari kolosal, serta pertunjukan budaya khas desa-desa di wilayah Kecamatan Busungbiu yang turut dimeriahkan penampilan sejumlah artis.

Putu Gede Yudana menambahkan Busungbiu Festival menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas di bidang seni, budaya, serta pengembangan UMKM desa sebagai bagian dari implementasi visi Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangkitkan kembali seni budaya lokal dan potensi kreativitas masyarakat.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button