Bertajuk “Jatisadu Darmabudi”, Banjar Festival 2026 Dibuka Bupati Sutjidra
Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Quotation:
“Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal,” ucap Bupati Sutjidra.
Banjar, SINARTIMUR.co.id – Rangkaian festival di Kabupaten Buleeng secara kontinyu digelar di setiap kecamatan yang ada di Bali Utara. Kali ini gilira Kecamatan Banjar menggelar festival.
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra membuka secara resmi Banjar Festival 2026 di Lapangan Umum Desa Banjar, Jumat (12/6/2026) malam. Festival yang mengusung tema “Jatisadu Darmabudi” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mempererat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat Kecamatan Banjar.
Acara Pembukaan festival dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Sekretaris Daerah, anggota DPRD Dapil Banjar, Forkopimcam Banjar, pimpinan perangkat daerah, para perbekel se-Kecamatan Banjar, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan Banjar, seluruh panitia, pelaku seni, pelaku UMKM, serta seluruh komponen masyarakat yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, Banjar Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perayaan budaya, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat identitas daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Bupati Sutjidra menegaskan, Kecamatan Banjar memiliki beragam potensi unggulan yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Di sektor pariwisata, Banjar dikenal memiliki destinasi wisata unggulan seperti Air Panas Banjar, Brahmavihara Arama, kawasan perbukitan yang asri, serta berbagai objek wisata alam dan spiritual yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi kekuatan utama masyarakat Banjar dengan komoditas unggulan seperti cengkeh, kopi, kakao, durian, manggis, dan berbagai produk hortikultura lainnya. Potensi tersebut didukung oleh perkembangan UMKM yang terus menunjukkan tren positif melalui berbagai produk lokal yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, penguatan sektor pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan tema “Jatisadu Darmabudi” sebagai spirit dalam membangun daerah dengan menjunjung tinggi nilai kebajikan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
“Dengan menjaga warisan budaya serta terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, saya yakin Kecamatan Banjar akan tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan yang penting di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya.
Ketua panitia sekaligus Camat Banjar dalam laporannya menyampaikan bahwa Banjar Festival 2026 merupakan festival perdana yang diselenggarakan oleh Kecamatan Banjar dan berlangsung pada 12 hingga 14 Mei 2026 di kawasan Lapangan Umum Desa Banjar. Festival mengusung tema “Jatisadu Darmabudi” yang diambil dari geguritan kekawi yang merupakan kebanggaan masyarakat Banjar. Festival tersebut menghadirkan akulturasi budaya melalui pertunjukan seni, kuliner khas daerah, pameran UMKM lokal, serta berbagai kreativitas masyarakat yang bertujuan memperkuat seni budaya dan ekonomi kreatif di Desa Banjar.

“Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, seniman, dan generasi muda dalam menampilkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyerahkan penghargaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada perwakilan masyarakat sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



