Gubernur Koster: “Turyapada Tower akan Jadi Destinasi Pariwisata Baru Berkelas Dunia”

Quotation:
“Kawasan Turyapada Tower akan menjadi satu satunya objek wisata berkelas dunia di Indonesia, tidak kalah dengan Menara Eifel, Tokyo Tower, Toronto Tower,” ucap Gubernur Koster.
Denpasar, SINARTIMUR.co.id – Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi isu minor tentang pembangunan Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Tanggapan Gubernur Koster tentang suara kaum nyinyir disampaikan melalui press release resminya yang dikirim langsung ke media ini Senin (18/5/2026) malam pukul 19.45 wita bertajuk “Pembangunan Kawasan Turyapada Tower”.
Dalam rilis tersebut, Gubernur Koster menjelaskan bahwa lokasi pembanunan dipilih berdasarkan kajian dari Tim UNUD yaitu Tower yang mampu menjangkau siaran televisi mencapai minimum 85% di wilayah Bali Utara. “Lahan yang menjadi lokasi adalah lahan milik petani yg biasa menanam bunga, tanaman lain tidak cocok,” ucap Gubernur Koster.
Gubernur asal Buleleng itu pun menguraikan, luas lahan yang dibebaskan total 13,9 hektar dengan anggaran Rp 63,4 miliar, tahap 1 seluas 6,6 hektar dengan anggaran Rp 22,4 miliar dan tahap 2 seluars 7.3 hektar dengan anggran Rp 41,0 miliar. Pembebasan lahan dilakukan sesuai aturan dan besaran harga ditentukan oleh lembaga independen yaitu Kantor Jasa Penilai Publik/KJPP serta atas kesepakan warga pemilik lahan berdasarkan musyawarah. “Penggunaan uang negara untuk pembebasan lahan diaudit oleh BPK, sehingga tidak boleh main-main dalam menentukan harga secara sepihak,” jelas Gubernur Koster.
Dipaparkan Gubernur Koster, pembangunan tahap 1 berupa Tower serta fasilitas berupa planetarium, restoran putar 360 derajat, sky walk, restoran statis, jembatan kaca, ruang konvention, dan tempat UMKM. Pembangunan tahap1 sudah selesai, memerlukan total anggaran Rp 349,3 miliar. “Saat ini sedang berlangsung pembangunan tahap 2 berupa pemasangan interior, furnitur, penataan kawasan, fasilitas gondola dan jalan masuk, target selesai Nopember 2026, memerlukan total anggaran Rp 295,7 miliar. Dengan demikian pembangunan kawasan Turyapada Tower memerlukan total anggaran Rp 645,0 miliar,” ungkap Gubernur Koster.
Gubernur Koster mengklaim bahwa Tower sudah mulai berfungsi yang dimanfaatkan oleh 30 stasiun televisi sehingga lebih dari 90% masyarakat Buleleng sudah bisa menerima siaran televisi tanpa antena parabola, bahkan sampai wilayah Jembrana. Masyarakat Buleleng sudah sangat merasakan manfaat Turyapada Tower. “Pemilik siaran televisi tidak perlu lagi repot-repot sewa/beli lahan dan membangun tower secara sendiri-sendiri, mengakibatkan banyaknya tower tersebar di sejumlah wilayah, tetapi dengan hadirnya Turyupada Tower, semua setasiun televisi cukup bekerjasama melalui pola sewa dengan Pemprov Bali,” paparnya.
“Kawasan Turyapada Tower akan menjadi destinasi pariwisata baru berkelas dunia dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali utara dan berdampak di wilayah Bedugul sampai Wanagiri. Kawasan Turyapada Tower akan menjadi satu satunya objek wisata berkelas dunia di Indonesia, tidak kalah dengan Menara Eifel, Tokyo Tower, Toronto Tower,” tegas Gubernur Koster.
Dibeberkan Gubernur Koster, rencananya kawasan akan dikelola secara profesioanal oleh pihak ketiga guna menghasilkan pendapatan secara optimal, yang akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah/PAD untuk Pemerintah Provinsi Bali dan menjadi Pendapatan Asli Daerah/PAD melalui pajak Hotel dan Restoran untuk Pemerintah Kabupaten Buleleng. Pemilihan pihak ketiga baru bisa dilaksanakan setelah pembangunan tahap 2 mendekati selesai sehingga bisa dihitung potensi bisnis yang akan dikelola oleh pihak ketiga. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan kawasan akan mengembalikan anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan Kawasan Turyupada Tower dalam jangka waku kurang dari 10 Tahun, setelah itu akan menjadi sumber pendapatan Pemprov Bali untuk selamanya.
Diungkapkan, masyarakat lokal akan membentuk koperasi dan UMKM untuk berjualan di kawasan. Selain itu, anak-anak warga lokal mendapat prioritas mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai kompetensi dan keterampilan yang diperlukan agar bisa bekerja di kawasan. Bahkan tenaga kerja yang diperlukan saat ini, direkrut dari warga lokal. Dengan demikian, dipastikan bahwa warga lokal akan mendapat manfaat ekonomi dan menjadi tenaga kerja, tidak akan menjadi penonton.
“Rumah warga lokal sekitar 40 keluarga akan direnovasi menjadi rumah layak huni dan lebih berkualitas, sehingga harmonis dengan suasana Kawasan Turyupada Tower, dengan biaya penuh dari APBD Provinsi Bali. Selain itu Pemerintah Provinsi Bali juga akan membangun Pura dan Wantilan sesuai permohonan Desa Adat Merta Sari, Desa Pegayaman, yang menjadi lokasi Kawasan Turyupada Tower, dengan anggaran dalam APBD Perubahan tahun 2026,” pungkas Gubernur Koster.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



