Diduga Depresi, Seorang Wanita Asal Banyuning Nyaris Bunuh Diri di Jembatan Gempol

Quotation:
”Korban diduga mengalami depresi, sehingga mencoba melakukan aksi tersebut. Petugas yang cepat tiba di lokasi, berhasil mengamankan yang bersangkutan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz .
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Warga Kelurahan Banyuning, Singaraja, Buleleng, Bali, dibuat heboh oleh aksi seorang wanita berusia 27, dengan inisial KMA.
KMA diduga depresi sehingga berusaha melakukan upaya bunuh diri di jembatan di Jalan Gempol, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 23.30 Wita.
Namun aksi nekad itu berhasil digagalkan polisi, setelah adanya laporan masyarakat ke 110.
Bagaimana kisahnya? Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menceritakan bahwa awalnya, polisi menerima laporan melalui layanan 110 dari masyarakat bernama Indra. Dalam informasi itu jelas, yakni adanya dugaan percobaan bunuh diri di jembatan Jalan Gempol.
Kata Yohana, mendapati kabar itu, Pamapta III Polres Buleleng, Ipda Arjuna Tri Prasetyo bersama piket UKL Polsek Singaraja, Unit Reaksi Cepat (URC), serta unit patroli Polres langsung menuju lokasi kejadian.
Setibanya di TKP, sambung Yohana, polisi menemukan seorang wanita dalam kondisi emosional yang berada di tepi jembatan. Ia diduga hendak melompat dari jembatan tersebut. Diketahui wanita itu berinsial KMA, 27, warga Kelurahan Banyuning.
”Korban diduga mengalami depresi, sehingga mencoba melakukan aksi tersebut. Petugas yang cepat tiba di lokasi, berhasil mengamankan yang bersangkutan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz pada Selasa (7/4/2026).

KMA kemudian dievakuasi ke Polres Buleleng untuk mendapatkan penanganan awal, termasuk upaya menenangkan kondisi psikologis korban. Selain itu, keluarganya juga dihubungi untuk penanganan lebih lanjut. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk perlindungan dan pencegahan, agar korban tidak kembali melakukan tindakan yang membahayakan dirinya.
Berkaca dari peristiwa itu, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terhadap individu yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan psikologis, utamanya di tempat-tempat rawan bunuh diri. Penanganan cepat dan kepedulian bersama, dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya tindakan yang membahayakan nyawa tersebut.
”Kami mengimbau masyarakat, untuk tidak ragu melaporkan keadaan darurat melalui layanan 110,” tandas Iptu Yohana.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



