Nyepi Berdarah di Joanyar: Pesta Miras Dilanjutkan Aksi Samurai, Satu Terluka

Quotation:
“Sempat berantem, kemudian pelaku pulang dan mengambil samurai dan kembali mendatangi korban menebaskan samurai hingga korban mengalami luka terbuka pada punggung,” cerita sumber di TKP.
Seririt, SINARTIMUR.co.id – Hari Raya Nyepi di Kabupaten Buleleng ternoda oleh darah manusia.
Sebuah peristiwa memalukan terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (19/3/2026) saat umat Hindu di Pulau Dewata sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi.
Sekelompok Krama di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, yang semula menggelar pesta miras (minum keras) sekitar pukul 15.00 wita tiba-tiba terlibat dalam perkelahian. Mirisnya , bukan sekedar berkelahi dengan tangan kosong tetapi salah satu malah menggunakan samurai menebas lawannya .

Aksi berdarah di Hari Raya Nyepi ini tersebar di Instagram gusti_triguna dengan caption “Terjadi Penebasan di Desa Joanyar, Seririt, Buleleng, Bali.
Informasi yang berhasil dikumpulkan media ini menyebabkan, korban dalam Tragedi Nyepi Berdarah di Joanyar” itu diketahui bernama Kadek Sastrawan, 42, beralamat di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, sementara aktor utama aksi Penebasan alias pelaku juga warga Kajanan diketahui bernama Komang Agus Sudiartawan, 28.
Sumber di lokasi kejadian bercerita, “Awalnya ada minum-minum kemudian berlanjut dengan adu mulut akibat korban dan pelaku tersinggung, sempat berantem, kemudian pelaku pulang dan mengambil samurai dan kembali mendatangi korban menebaskan samurai hingga korban mengalami luka terbuka pada punggung.”
Aparat desa bersama pihak terkait langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke rumah sakit serta menangkap aktor utama Tragedi Nyepi Berdarah di Joanyar alias pelaku bersama saksi-saksi ke Mapolsek Seririt. “Ada sekitar 10 orang dibawa ke Polsek dalam kasus ini,” ujarnya kembali.
Hingga berita ini diposting, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tindak pidana penganiayaan itu. Kapolsek Seririt AKP Ketut Suparta belum memberikan keterangan demikian juga dengan Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, namun demikian informasi menyebutkan aksi itu dipicu akibat ketersiggungan

Bagaimana kisahnya? Masih menurut sumber di lokasi kejadian, pada pukul 09.30 WITA, korban mengajak pelaku untuk menggelar pesta miras di rumah korban Kadek Sastrawan dan bersama teman-teman serta keluarga Kadek Sastrawan. Namun saat minum itu dan sudah setengah mabuk pelaku Agus Sudiartawan sempat tersinggung dengan ucapan korban Kadek Sastrawan.
Keduanya pun terlibat dalam perkelahian namun dilerai. Setelah itu pelaku sempat dilempar kursi namun tidak kena dan Kadek Sastrawan mengancam Agus Sudiartawan dengan botol untuk membunuhnya.
Tidak terima dengan ancaman dari korban, selanjutnya pelaku pulang dan kembali dengan membawa pedang yang diketahui berupa samurai. Serangan pun dilakukan pelaku dan menegenai punggung korban.
Informasinya bahwa korban sedang ditangani tim medis rumah sakit, sedangkan pelaku bersama para saksi sedang diperiksa polisi di Polsek Seririt.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



