Bencana

Banjar Berduka: Korban Wini Dihantam Banjir Saat Sedang Rekam Banjir dengan HP

Quotation:
“Saat itu korban sempat mengatakan banjir sambil merekam menggunakan ponselnya namun tiba-tiba banjir besar datang dan menghantam rumah miliknya hingga ketiga orang hanyut terbawa banjir,” jelas Perbekel Banjar Ida Bagus Dedy Suyasa.

Banjar, SINARTIMUR.co.id – Di balik bencana banjar bandang yang melulutandangkan Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (6/3/2026) malam, terjadi sebuah kisah mencenggangkan. Ternyata korban Putu Wini Lestari, 17, warga Dusun Ambengan, Desa Banjar, saat banjir datang dia sempat merekam banjri dengan handphone (HP) miliknya.

Nah, saat seedang asyik mengabadikan banjir dengan HPnya, tiba-tiba luapan air Sungai yang disertai batang kayu berukuran besar yang disertai lumpur datang dan menghantam rumah miliknya yang menyebabkan dinding rumah sebelah barat jebol dan menghanyutkan ketiganya.

Kisah miris ini diakui oleh Perbekel Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa. “Saat itu korban sempat mengatakan banjir sambil merekam menggunakan ponselnya namun tiba-tiba banjir besar datang dan menghantam rumah miliknya hingga ketiga orang hanyut terbawa banjir,” jelas Perbekel Banjar Ida Bagus Dedy Suyasa.

Putu Wini Lestari bukan menjadi korban Tunggal bencana banjir bandang tersebut tetapi amukan air itu juga menghanyutkan adiknya bernama Kadek Wahyu Gunawan, 12, dan ibunya Bernama Komang Suci, 44, sedangkan ayahnya Bernama Kadek Witana, 45, lolos dari sergapan banjir karena sedang berada di luar rumah.

Sementara Dewa Ketut Adi Suarjana, 55, alias Dewa Kecuk, warga Dusun hanyut saat hendak menyelamatkan mobil miliknya yang parkir di depan rumah. Saat korban masuk ke mobil, tiba-tiba banjir datang dan menghantam mobil beserta korban.

Setelah mobil miliknya terseret banjir, korban Adi sempat keluar dan memagang pohon kopi hendak menyalamatkan diri dari banjir. Namun sayang usahanya sia-sia lantaran banjir yang membawa pohon besar menghantam tubuh korban yang mengakibatkan korban terhanyut oleh banjir bandang.

“Saat itu korban yang memarkir mobilnya di depan rumah hendak menyelamatkan dengan memarkir ketempat yang lebih tinggi. Pada waktu korban masuk ke mobilnya, banjir waktu itu masih kecil sehingga korban bisa masuk ke mobil. Begitu korban berada di dalam mobil, tiba-tiba banjir membesar dan menghanyutkan korban beserta mobilnya,” cerita Kadus Santal, Ketut Sudiadika.

Setelah korban diketahui hanyut, masyarakat berusaha memberikan pertolongan namun karena banjir terlalu besar sehingga korban tidak terselematkan lagi. Masyarakat menunggu air banjir surut. Sekitar pukul 23.00 wita air mulai surut kemudian warga melakukan pencarian terhadap korban menyusuri pangkung Santal.

Dari pencarian tersebut, korban ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian. Korban Dewa Kecuk ditemukan tersangkut disemak bambu dalam keadaan meninggal dunia dan tanpa busana. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSU Pratama Tanguwisia.

“Saat kami melakukan pencarian bersama warga yang lain saya melihat kepala korban terleih dulu dimana tersangkut di bambu dan badan korban tertutupi lumpur dan sampah sehingga kami berteriak kemudian warga yang lain mendatangi ke tempat kami temukan,” tutur Ni Nyoman Putra Arjaya salah satu warga yang menemukan pertama kali korban.

Hasil pemantauan media ini di lokasi bencana bahwan bencana banjir bandang itu tidak hanya menelan korban jiwa tetapi juga melululantangkan puluhan rumah milik warga di kawasan itu.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button