AgamaOpini

Rebut Hebronmu!

“Sekarang, berikanlah kepadaku pegunungan yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu bahwa di sana ada orang Enaq dengan kota-kota besar yang berbenteng. Mungkin saja TUHAN menyertai aku untuk menghalau mereka, seperti difirmankan TUHAN.” (Yosua 14:12 – TB2)

YOSUA 14:12 mengungkapkan bahwa Hebron bukan hanya tanah pegunungan, melainkan janji Tuhan yang telah ditabur 45 tahun sebelumnya — sebuah warisan yang dikejar dengan iman, keberanian, dan ketekunan; dalam konteks pribadi, “Hebron kita adalah panggilan ilahi dalam bentuk pasangan, karier, pelayanan, atau pemuridan, yang menuntut langkah iman atas janji yang sudah diberikan, karena Tuhan menyertai mereka yang berani mengambilnya dengan hati yang teguh. Mari kita belajar tiga hal tentang Rebut Hebronmu!

Yang pertama, “Berikanlah kepadaku”: Iman yang aktif. Bahasa Ibrani ten-li, berarti “serahkanlah kepadaku sekarang — bukan permintaan pasif, melainkan tindakan aktif yang penuh iman; inilah inti dari “Rebut”: Kaleb tidak menunggu undian, melainkan mengambil langkah berani berdasarkan janji Allah (Bilangan 14:24), dan dalam konteks kini, kita pun diminta tidak pasif dalam pekerjaan, jodoh, pelayanan, atau panggilan, melainkan kejar dan miliki janji Tuhan dengan iman aktif, aktif, sebagaimana sebagaimana firm firman mengingatkan: “Mintalah, maka kamu akan diberi (Matius 7:7) dan “yang oleh iman dan kesabaran mewarisi janji (Ibrani 6:12) — apakah kita sudah berani melangkah untuk merebut warisan yang telah dijanjikan?

Yang kedua, “Di sana ada orang Enak”: Hadapi raksasamu. Hebron dihuni oleh Bene Anaq-raksasa yang terkenal kuat (Bilangan 13:33), menggambarkan bahwa tanah janji selalu dibarengi tantangan; dalam konteks modern, “raksasa” dalam pemuridan, fathering, karier, dan keluarga berupa karakter manusia, proses lambat, penolakan, persaingan, ketidakpastian, atau luka masa lalu, namun firman Tuhan menegaskan: “Dengan Allah aku berani menghadapi pasukan, melompati tembok” (Mazmur 18:29) dan “Perang itu milik Tuhan” (1 Samuel 17:47) — maka, berani menghadapi dan taklukkan raksasa hidup kita, karena Allah bersama mereka yang bertindak dalam iman.

Yang ketiga, “Mungkin Tuhan menyertai aku”: Iman di atas usia dan waktu. Kata “mungkin” dalam Ibrani ülay bukan ekspresi keraguan, melainkan bentuk kerendahan hati yang penuh keyakinan pada penyertaan Allah; pada usia 85 tahun, Kaleb menyatakan, “Aku masih sama kuatnya” (Yosua 14:11), menunjukkan bahwa tak ada kata terlambat untuk memulai mentoring, memperbaiki keluarga, mengejar pelayanan, atau membangun warisan rohani, sebab firman Tuhan menegaskan: “Sampai putih rambutmu Aku menggendong kamu” (Yesaya 46:4) dan “Tuhan menyelesaikan apa yang la mulai” (Filipi 1:6) — maka bergeraklah dengan iman, karena janji-Nya tetap setia

Hebron melambangkan tantangan besar dari Tuhan yang harus dihadapi dengan iman dan keberanian; mari kenali “Hebron” kita, lawan raksasa dengan iman, dan raih janji Tuhan yang setia menyertai. Stay blessed. (DW)

Questions:
1. Apa saja yang menjadi Hebron kita hari ini?
2. Raksasa apa yang harus kita hadapi dan taklukan sekarang?

Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang berani menghadapi dan menaklukkan setiap raksasa dalam kehidupannya.

Kingdom Quotes:
Raksasa tidak pernah lebih besar daripada Allah, tetapi bisa lebih besar daripada iman yang tidak dilatih.

Editor: Francelino
Sumber: King’s Sword (Kamis, 26 Februari 2026)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button