Menteri ESDM Puji Koster Siapkan Lahan 1.000 Hektare untuk Proyek PLTS, Bahlil: ”Memang Paten Betul Gubernur Bali Ini”

Quotation:
“Gubernur Provinsi Bali Bapak I Wayan Koster sudah menyiapkan tanah, Pak, 1.000 hektare. Di lokasi tanah ini seluas 320 hektare, suratnya sudah dikeluarkan, Pak. Memang paten betul Gubernur Bali ini,” ujar Bahlil.
Negara, SINARTIMUR.co.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memuji Gubernur Bali Wayan Koster atas dukungannya terhadap pengembangan energi terbarukan di Pulau Dewata. Salah satu bentuk dukungan itu adalah kesiapan lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk, Jembrana.
Pujian tersebut disampaikan Bahlil saat peluncuran dan peletakan batu pertama atau groundbreaking PLTS Gilimanuk yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Selasa (25/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Bahlil menyebut Koster telah menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare untuk mendukung pengembangan proyek energi surya di Bali. Dari lahan tersebut, sekitar 320 hektare telah disiapkan untuk lokasi proyek PLTS Gilimanuk.
“Gubernur Provinsi Bali Bapak I Wayan Koster sudah menyiapkan tanah, Pak, 1.000 hektare. Di lokasi tanah ini seluas 320 hektare, suratnya sudah dikeluarkan, Pak. Memang paten betul Gubernur Bali ini,” ujar Bahlil di hadapan Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat yang hadir.

Pernyataan tersebut disambut senyum Koster yang berada di lokasi acara. Sebelum kegiatan groundbreaking, Koster juga terlihat mendampingi Bahlil meninjau kesiapan kawasan proyek.
Koster sebelumnya turun langsung memeriksa sejumlah titik yang akan digunakan dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo di Gilimanuk, Senin (24/8/2026). Peninjauan mencakup lokasi pendaratan helikopter Presiden di Lapangan Umum Gilimanuk, lokasi seremoni groundbreaking di sekitar Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, serta rapat koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Wakapolda Bali Brigjen Pol I Made Astawa, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, dan jajaran pemerintah daerah. Pemeriksaan lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi serta koordinasi lintas sektor menjelang kedatangan Presiden.
Pada Selasa sekitar pukul 12.30 Wita, Bahlil juga meninjau langsung kawasan groundbreaking. Ia didampingi Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dan jajaran pemerintah daerah.
Dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan energi bersih dan memperkuat kemandirian energi di Bali.
PLTS Gilimanuk direncanakan dibangun di atas lahan sekitar 321 hektare dengan nilai investasi atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 9,157 triliun.
Pembangkit tersebut akan memiliki kapasitas 300 megawatt peak (MWp) dan dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1.000 megawatt-hour (MWh). Energi listrik yang dihasilkan akan diinterkoneksikan ke jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Negara-Gilimanuk.
Proyek PLTS Gilimanuk ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 2028. Pengembangannya menggunakan skema Independent Power Producer (IPP), dengan mekanisme pembayaran berupa energy payment untuk PLTS dan capacity payment untuk BESS.

PLTS Gilimanuk diproyeksikan mampu menghasilkan energi sekitar 470 gigawatt-hour (GWh) per tahun. Pembangkit ini juga diperkirakan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hingga 151.000 kiloliter per tahun.
Secara keseluruhan, pengembangan energi surya di Bali ditargetkan mencapai kapasitas 1.000 MWp PLTS dan 3.300 MWh BESS. Jika seluruh proyek tersebut beroperasi, penggunaan BBM diperkirakan dapat ditekan sekitar 500.000 kiloliter per tahun.
Pembangunan PLTS Gilimanuk menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi terbarukan.
Presiden Prabowo menghadiri agenda peluncuran dan groundbreaking tersebut dalam rangkaian kunjungan kerja di Bali pada 25–26 Agustus 2026.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



