AgamaOpini

Pilihlah Kehidupan

“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu” (Ulangan 30:19)

HIDUP yang kita jalani setiap hari adalah anugerah yang Tuhan berikan di dalam hidup kita. Dalam menjalaninya kita selalu dihadapkan pada pilihan demi pilihan karena bagaimana kita menjalani hidup ini merupakan pilihan respons terhadap anugerah itu. Dari bangun tidur, kita sudah memilih; apakah hendak bangun tepat waktu atau tidak. Setelah itu, aktivitas apa yang pertama kita lakukan, berdoa terlebih dahulu atau membuka handphone kita terlebih dahulu, kemudian mandi dulu atau sarapan terlebih dahulu dan masih banyak pilihan-pilihan lain semacam itu yang terus berlanjut kepada pilihan-pilihan dalam skala lebih besar bahkan ketika kita memutuskan untuk tidak memilihpun kita sudah menentukan sebuah pilihan.

Memasuki tahun yang baru The Year of Decision tentunya kita sudah membuat perencanaan dan resolusi untuk kita jalani sepanjang tahun ke depan. Agar perencanaan dan resolusi itu bisa dijalani dengan baik kita harus menyelaraskannya dengan rencana dan kehendak Tuhan. Artinya kita harus belajar menggabungkan keinginan, keputusan, dan langkah hidup kita dengan kehendak dan tujuan Tuhan agar kita tidak salah menentukan pilihan. Ini bukan sekedar meminta Tuhan memberkati rencana kita, tetapi menempatkan rencana Tuhan sebagai pusat, lalu menyesuaikan diri kita ke dalamnya.

Meskipun Allah telah menanamkan tujuan Ilahi dalam diri kita untuk mengenal-Nya, mengasihi-Nya, dan berjalan dalam rencana-Nya bahkan rancangan dan tujuan itu adalah rancangan yang tebaik, kita diberi kehendak bebas untuk meresponinya. Ia tidak memaksa kita berjalan dalam tujuan-Nya. Ia mengundang, bukan memaksa; Ia menuntun, bukan menyeret. Karena itu Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita “Pilihlah kehidupan” dan masa depan dibentuk oleh keputusan-keputusan kecil yang kita buat setiap hari.

Ketika kita memilih Tuhan, kita tidak hanya memilih jalan yang benar, kita memilih makna, arah, dan kehidupan yang penuh berkat. Pilihan kita menjadi pintu yang membuka tujuan Ilahi yang sudah Tuhan tetapkan sejak semula tergenapi di dalam hidup kita. Contoh praktisnya adalah ketika Tuhan memberi panggilan untuk hidup kudus kita memilih taat atau tidak. Ketika Tuhan menyediakan keselamatan melalui Kristus kita memilih percaya atau menolak. Atau ketika Tuhan memberi potensi dan karunia kita memilih menggunakannya atau justru malah menguburkannya.

Jika kita merasa telah salah memilih, tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada jalan Tuhan karena Tuhan masih memberi kesempatan untuk kembali. Jadi pilihan ada di tangan kita, Tuhan sudah menyediakan jalan, tetapi pilihan kitalah yang menentukan apakah kita berjalan di dalam rencana-Nya atau tidak. Saat kita memilih taat hari ini, berarti kita sedang menyiapkan masa depan yang penuh janji Tuhan.

Questions:
1. Apakah pilihan tersulit yang pernah anda hadapi?
2. Bagaimana respons anda atas pilihan-pilihan dalam hidup anda?

Values:
Ketika kita memilih Tuhan, kita memilih jalan yang benar, makna hidup, dan tujuan ilahi yang telah Ia tetapkan.

Kingdom Quotes:
Pilihan kita hari ini menulis cerita kita di hari esok.

Editor: Francelino
Sumber: King’s Sword (Selasa, 17 Februari 2026)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button