Budaya

PKB XLVIII Tahun 2026: Buleleng Tampilkan Janger Remaja, Usung Lakon “Atma Prasangka”

Quotation:
“Kami sepakat mengangkat kembali Janger yang pernah eksis di Desa Adat Kalibukbuk sekitar tahun 1960-an. Gending-gending yang dibawakan merupakan hasil penelusuran dari para narasumber yang masih menyimpan ingatan tentang kesenian ini,” ujar Adi.

Denpasar, SINARTIMUR.co.id – Janger Remaja untuk pertama kalinya mewakili Kabupaten Buleleng tampil di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Debut tersebut diwujudkan oleh Sekehe Yowana Mudita Desa Adat Kalibukbuk yang membawakan garapan berjudul Atma Prasangka pada Parade Janger Remaja di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (25/6/2026).

Mengusung lakon Atma Prasangka, duta Kabupaten Buleleng ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan, tetapi juga menghidupkan kembali warisan Janger khas Kalibukbuk yang sempat berjaya pada era 1960-an.

Pembina garapan, Gede Adi Setiawan, mengatakan karya tersebut lahir dari proses riset terhadap bentuk Janger yang pernah berkembang di Desa Adat Kalibukbuk. Bersama tim pembina tabuh dan vokal, mereka menelusuri berbagai narasumber, mulai dari mantan penari, penonton, hingga para tetua desa yang masih mengingat pertunjukan Janger pada masa lalu.

“Kami sepakat mengangkat kembali Janger yang pernah eksis di Desa Adat Kalibukbuk sekitar tahun 1960-an. Gending-gending yang dibawakan merupakan hasil penelusuran dari para narasumber yang masih menyimpan ingatan tentang kesenian ini,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, struktur pertunjukan tetap mempertahankan pakem Janger terdahulu. Pembaruan hanya dilakukan pada pengolahan gerak untuk memperkuat estetika pertunjukan, sementara lagu-lagu dan vokal tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya.

Lakon Atma Prasangka mengangkat persoalan prasangka dalam kehidupan manusia, tentang sikap ketika seseorang mengetahui kebenaran tetapi memilih diam, atau sebaliknya merasa benar padahal keliru. Gagasan itu dipadukan dengan nilai Atma Kerthi yang menekankan kesadaran manusia terhadap jati diri, keseimbangan jiwa, serta keharmonisan hubungan purusa dan pradana.

Menurut Adi, pesan yang ingin disampaikan melalui garapan ini adalah mengajak masyarakat untuk merefleksikan diri. “Pernahkah kita sadar siapa diri kita, untuk apa kita hidup, dan apa yang harus kita lakukan. Itulah yang ingin kami renungkan melalui karya ini,” katanya.

Ia mengakui proses penyusunan garapan memerlukan waktu panjang. Selain latihan selama tiga bulan, tim juga harus mencari dan menghimpun informasi dari para narasumber untuk menyusun kembali bentuk Janger Kalibukbuk yang telah lama tidak dipentaskan.

Bagi Sekehe Yowana Mudita, tampil sebagai duta pertama Kabupaten Buleleng pada Parade Janger Remaja PKB menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesenian Janger di daerahnya. Mereka berharap Janger tidak hanya hidup di panggung festival, tetapi juga kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat melalui kegiatan ngayah, desa adat, maupun berbagai agenda kebudayaan di Kabupaten Buleleng.

“Semoga penampilan ini menjadi awal agar Janger di Kabupaten Buleleng terus eksis, berkembang, dan kembali menjadi identitas budaya yang diwariskan kepada generasi muda,” pungkasnya.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button