Luar Biasa! Kalahkan Jabar, Bali “Tahbiskan Diri” sebagai Daerah dengan Tingkat Pengangguran Terendah Nasional

Quotation:
“Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini menandakan pemulihan ekonomi Bali berjalan stabil dan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global,” ucap Gubernur Koster.
Denpasar, SINARTIMUR.co.id – Di tengah kritik dan sindiran terhadap kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, justru tersiar kabar gembira. Berdasarkan data Indikator Makro, kinerja pembangunan Provinsi Bali pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang cukup impresif. Sejumlah sektor strategis mencatat hasil positif, bahkan melampaui rata-rata nasional.
Mengutip data dari Indikator Makro, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,11 persen. “Capaian ini menandakan pemulihan ekonomi Bali berjalan stabil dan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global,” ucap Gubernur Koster, Sabtu (11/4/2026).
Tak hanya itu, kata Gubernur, Bali juga mencatat prestasi signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Persentase penduduk miskin berada di angka 3,42 persen, menjadikannya sebagai salah satu yang terendah secara nasional. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,25 persen.
Hal serupa terlihat pada tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 1,45 persen. “Capaian ini menempatkan Bali sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah, sekaligus mencerminkan daya serap tenaga kerja yang cukup baik,” tambah Gubernur Koster.
Di sisi lain, indikator pembangunan manusia juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tercatat sebesar 79,37, berada di atas rata-rata nasional. Sementara itu, angka harapan hidup mencapai 75,46 tahun, menunjukkan kualitas kesehatan masyarakat yang terus membaik.
Namun demikian, tidak semua indikator berada pada posisi unggul. Pendapatan per kapita Bali tercatat sebesar Rp72,7 juta, masih berada di bawah angka nasional sebesar Rp 83,8 juta. Hal ini menunjukkan adanya ruang untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara lebih merata.
Sementara itu, tingkat kesenjangan (Gini Ratio) Bali berada di angka 0,333, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, yang mengindikasikan distribusi pendapatan relatif lebih merata.
“Di sektor kesehatan, Bali juga mencatat capaian positif dalam penanganan stunting. Angka stunting berada di kisaran 8,7 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen,” sambung Gubernur Koster lagi.
Secara keseluruhan, capaian indikator makro ini menunjukkan bahwa Bali tidak hanya mampu menjaga stabilitas pembangunan, tetapi juga mencatat keunggulan di sejumlah sektor penting. Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga konsistensi pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



