Nasional

Gubernur Koster: “Nyepi dan Idul Fitri, Indahnya Kebersamaan di Gumi Bali”

Quotation:
“Mari terus rawat kerukunan dan keharmonisan kehidupan secara bersama-sama dengan kompak, guyub, bersatu-padu dengan semangat menyama-braya di Gumi Bali agar Bali tetap terjaga dengan nyaman, aman, damai, dan kondusif dalam menyelenggarakan pembangunan sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali guna mewujudkan kehidupan masyarakat sejahtera dan bahagia Niskala-Sakala. Rahayu sareng sami,” ucap Gubernur Koster

Denpasar, SINARTIMUR.co.id – Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Tahun 2026 kepada Krama Bali, yang telah dilaksanakan sehari penuh (24 jam), mulai tanggal 19 Maret 2026 pukul 06.00 Wita, sampai tanggal 20 Maret 2026 pukul 06.00 Wita (Ngembak Geni). Pelaksanaan Nyepi berlangsung dengan sangat hening, sunyi, tertib tanpa ada pelanggaran.

“Kita patut bersyukur mewarisi Hari Suci Nyepi sebagai suatu tradisi secara turun-temurun dari Leluhur Bali yang dengan konsisten dilaksanakan hingga saat ini,” ujar Gubernur Koster dalam rilisnya yang diterima media ini Kamis (26/3/202^0 malam.

Gubernur Koster menjelaskan, Nyepi merupakan kesantunan hidup cara Bali untuk memuliakan dan mengharmoniskan alam, dimana Kita sebagai manusia diberi kesempatan untuk menghentikan segala bentuk aktivitas kehidupan selama 24 jam.

“Sebagai Gubernur Bali, Titiang, menyampaikan rasa terima kasih kepada sameton Krama Bali yang telah menjaga kekhusyukan Nyepi dengan penuh disiplin dan khidmat,” ungkap Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada umat Muslim yang telah dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2026, setelah menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh.

“Sebagai Gubernur Bali, Titiang, menyampaikan rasa terima kasih kepada umat Muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan penuh disiplin dan khidmat,” ucap Gubernur asal Desa Sembiran, KecamatanTejakula, Buleleng itu.

“Secara khusus, Titiang menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada umat Muslim yang telah melaksanakan Takbiran di rumah masing-masing saat bertepatan Hari Suci Nyepi, tanggal 19 Maret 2026. Ini merupakan bentuk nyata toleransi yang sangat indah dalam menghormati Hari Suci Nyepi demi mewujudkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan bersama di Gumi Bali yang Kita cintai bersama,” ujar Gubernur Koster.

Di akhir rilisnya, Gubernur Koster mengajak seluruh komponen masyarakat di Bali untuk bersama-sama tterus merawat kerukunan dan keharmonisan yang telah lama terjaga di Pulau Dewata ini.

“Mari terus rawat kerukunan dan keharmonisan kehidupan secara bersama-sama dengan kompak, guyub, bersatu-padu dengan semangat menyama-braya di Gumi Bali agar Bali tetap terjaga dengan nyaman, aman, damai, dan kondusif dalam menyelenggarakan pembangunan sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali guna mewujudkan kehidupan masyarakat sejahtera dan bahagia Niskala-Sakala. Rahayu sareng sami,” ucap Gubernur Koster di akhir rilisnya.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button