Nyepi Berdarah di Joanyar: Ternyata Korban-Pelaku Masih Paman dan Keponakan

Quotation:
“Korban dan pelaku adalah keluarga. Korban adalah adik bungsu ayahnya pelaku,” ungkap Kapolres Ruzi.
Seririt, SINARTIMUR.co.id – Tragedi Nyepi Berdarah di Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, saat umat Hindu sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian di Hari Nyepi Kamis (19/3/2026) ternyata masih keluarga.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman saat ditemui di Mapolsek Seririt, Jumat (20/3/2026) siang, menceritakan bahwa antara pelaku dan korban ternyata masih keluarga. Korban Kadek Sastrawan, 42, adalah paman pelaku Komang Agus Sudiartawan, 28.
“Korban dan pelaku adalah keluarga. Korban adalah adik bungsu ayahnya pelaku,” ungkap Kapolres Ruzi kepada media ini di Mapolsek Seririt.
Kapolres Ruzi menyatakan bahwa peristiwa berdarah ini terjadi karena pelaku tersinggung dengan ucapan korban. “Murni karena pelaku tersinggung dengan ucapan korban. Tidak ada masalah antara mereka. korban dan pelaku masih keluarga,” sambungnya lagi.
Kapolres Ruzi menjelaskan bahwa penanganan kasus dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim AKP Dewa Made Joni Arya Putra di bawah komando Kapolsek Seririt Kompol I Ketut Suparta. Polisi bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku, Komang Agus Sudiartawan, 28, beserta barang bukti berupa sebilah pedang jenis samurai ke Mapolsek Seririt.
“Korban sudah dibawa ke RSUD Buleleng dan pelaku sudah diamankan di Polsek Seririt untuk diproses sesuai aturan yang berlaku. Sementara ini proses penyidikan masih berlangsung,” ujarnya.
Kapolres Ruzi pun menceritakan kronologis kejadian. Kata Kapolres Ruzi, dari hasil penyelidikan sementara, insiden penebasan diduga dipicu oleh kesalahpahaman yang terjadi saat korban dan pelaku bersama sejumlah orang menggelar pesta minuman keras di rumah korban.
Cekcok pun terjadi hingga berujung perkelahian. Meski sempat dilerai, situasi kembali memanas setelah pelaku merasa tersinggung. Dalam kondisi emosi, pelaku sempat dilempari kursi namun tidak mengenai dirinya. Korban juga disebut mengancam pelaku menggunakan botol.
Pelaku kemudian pulang, namun kembali lagi dengan membawa pedang jenis samurai dan langsung menyerang korban. Akibatnya, korban mengalami luka tebasan cukup panjang di bagian punggung.
“Penyidikan masih terus dilakukan. Sekitar 10 orang saksi masih dimintai keterangan, termasuk pelaku. Pemicunya salah paham dan pengaruh minuman keras, ini masih kami dalami,” jelas Kapolres Ruzi.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



