Teknologi

Pemkab Buleleng Kembangkan RAKSA SANDI untuk Perkuat Keamanan Informasi

Quotation:
“Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap semakin meningkatnya ketergantungan penyelenggaraan pemerintahan terhadap teknologi informasi,” kata Ery Marta.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, mengembangkan inovasi RAKSA SANDI (Risiko, Aset, Keamanan dan Standarisasi Keamanan Informasi) untuk memperkuat tata kelola keamanan informasi di lingkungan pemerintahan.

Inovasi yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng melalui Bidang Persandian dan Statistik tersebut berupa dashboard yang terintegrasi dalam Portal ePUDAK (Sistem Pusat Data Aplikasi).

Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Komang Ery Marta Pariata, mengatakan RAKSA SANDI dirancang sebagai instrumen tata kelola keamanan informasi berbasis risiko.

Instrumen ini membantu organisasi memetakan kondisi keamanan informasi, mengidentifikasi aset informasi strategis, menganalisis risiko, memantau kerentanan, mengendalikan mitigasi, hingga mendukung penanganan insiden keamanan informasi secara terintegrasi.

“Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap semakin meningkatnya ketergantungan penyelenggaraan pemerintahan terhadap teknologi informasi,” kata Ery Marta saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menuntut pengelolaan keamanan informasi yang tidak hanya berfokus pada penanganan insiden, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan yang terukur, berbasis risiko, dan berkelanjutan.

Integrasikan pengelolaan keamanan informasi

Melalui RAKSA SANDI, berbagai informasi yang sebelumnya tersebar di sejumlah proses dan unit kerja diarahkan agar dapat dikelola dan dipetakan secara lebih sistematis.

Dashboard tersebut mencakup sejumlah aspek pengelolaan keamanan informasi, mulai dari inventarisasi aset, profil risiko, asesmen keamanan, pemantauan kerentanan sistem, pencadangan data (backup), penanganan insiden, mitigasi, hingga peninjauan dan evaluasi keamanan informasi.

Ery Marta menjelaskan, RAKSA SANDI dikembangkan melalui lima pusat pengelolaan informasi, yakni Assessment Center, Vulnerability Center, Backup Center, Incident Response Center, dan Review Center.

Masing-masing pusat memiliki fungsi yang saling terhubung untuk memberikan gambaran kondisi keamanan informasi secara lebih menyeluruh.

“RAKSA SANDI dikembangkan melalui beberapa pusat pengelolaan informasi. Masing-masing pusat memiliki fungsi yang saling terhubung untuk memberikan gambaran kondisi keamanan informasi secara lebih menyeluruh,” ujarnya.

Keberadaan sistem tersebut juga diharapkan memperkuat koordinasi antara Dinas Kominfosanti, pengelola sistem informasi perangkat daerah, BULELENGKAB-CSIRT, serta pemangku kepentingan lainnya, termasuk Inspektorat.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk mendukung identifikasi risiko, tindak lanjut atas kerentanan sistem, penanganan insiden, serta evaluasi pengamanan sistem informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Dukung pengambilan keputusan

Selain mendukung pengelolaan teknis, RAKSA SANDI dirancang sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan pimpinan.

Data dan informasi yang tersaji dalam dashboard dapat digunakan untuk menentukan prioritas pengamanan berdasarkan tingkat risiko, kondisi aset, kerentanan sistem, dan kebutuhan mitigasi masing-masing sistem informasi.

Pengembangan RAKSA SANDI juga diarahkan untuk mendukung pengukuran dan peningkatan keamanan informasi melalui Indeks Keamanan Informasi (KAMI) dan Indeks Kematangan Keamanan Siber dan Sandi (IKASANDI).

Selain itu, inovasi ini diharapkan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait dalam mendukung penilaian indeks Pemerintah Digital (PEMDI).

Ery Marta berharap RAKSA SANDI tidak hanya menjadi aplikasi untuk menampilkan data, tetapi juga mendorong perubahan pola kerja dalam tata kelola keamanan informasi di lingkungan pemerintah daerah.

“Dengan pendekatan tersebut, RAKSA SANDI diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah dashboard atau aplikasi, tetapi menjadi instrumen perubahan cara kerja dalam tata kelola keamanan informasi Pemerintah Kabupaten Buleleng, dari yang sebelumnya bersifat reaktif menuju pengelolaan yang lebih terencana, terukur, kolaboratif, dan berbasis risiko,” tuturnya.

Melalui implementasi RAKSA SANDI, Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng berkomitmen memperkuat tata kelola keamanan informasi yang aman, andal, terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan digital di Kabupaten Buleleng.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button