Nasional

Buleleng Tertinggi di Bali dalam SPI Pendidikan 2026, Nilainya Tembus 79,06

Notes:
“Di bawah Buleleng, Kabupaten Tabanan mencatat nilai 78,85, disusul Bangli 77,39, Klungkung 77,09, Karangasem 76,93, Kota Denpasar 76,92, Gianyar 76,52, Jembrana 76,40, dan Badung 76,26.”

Jakarta, SINARTIMUR.co.id – Kabupaten Buleleng mencatat Indeks Integritas Pendidikan tertinggi di Bali dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026. Nilai Buleleng mencapai 79,06, mengungguli delapan kabupaten/kota lainnya di Pulau Dewata.

Capaian tersebut menempatkan Buleleng di posisi teratas dalam pemetaan integritas pendidikan di Bali, meski masuk kategori korektif dalam penilaian SPI Pendidikan 2026.

Prestasi ini terungkap pada acara pemberian penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Bali dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kontribusi aktif dalam mendukung pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026.

Penghargaan berupa Piagam Komitmen Pendidikan Antikorupsi untuk Provinsi Bali itu diterima Gubernur Bali Wayan Koster dalam peluncuran SPI Pendidikan 2026 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Kembali ke catatan nilai-nilai kabupaten/kota di Bali yang mendapatkan prestasi gemilang itu. Di bawah Buleleng, Kabupaten Tabanan mencatat nilai 78,85, disusul Bangli 77,39, Klungkung 77,09, Karangasem 76,93, Kota Denpasar 76,92, Gianyar 76,52, Jembrana 76,40, dan Badung 76,26.

Sementara itu, Provinsi Bali secara keseluruhan mencatat Indeks Integritas Pendidikan sebesar 74,08 dan masuk kategori adaptif.

Menariknya, seluruh kabupaten/kota di Bali memiliki nilai indeks di atas capaian provinsi.

Buleleng Tertinggi, tetapi Masuk Kategori Korektif

Meski menjadi daerah dengan nilai tertinggi di Bali, Buleleng bersama Bangli, Klungkung, dan Tabanan tercatat dalam kategori korektif.

Adapun lima daerah lainnya, yakni Badung, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Denpasar, berada dalam kategori adaptif.

Kategori tersebut merupakan bagian dari pemetaan SPI Pendidikan untuk menggambarkan kondisi integritas pendidikan sekaligus menjadi dasar evaluasi dan perbaikan di masing-masing daerah.

Karena itu, tingginya nilai indeks tidak serta-merta berarti seluruh persoalan integritas pendidikan telah selesai. Hasil survei tetap perlu ditindaklanjuti melalui pembenahan sesuai kondisi setiap daerah.

Ukur Integritas Pendidikan

SPI Pendidikan merupakan survei yang dilakukan untuk mengukur efektivitas pendidikan antikorupsi sekaligus memetakan kondisi dan perkembangan integritas pendidikan di Indonesia.

Pengukuran mencakup tiga aspek utama, yakni karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola pendidikan.

Artinya, survei tidak hanya mengukur pemahaman peserta didik mengenai nilai kejujuran dan integritas, tetapi juga melihat lingkungan pendidikan serta sistem pengelolaan yang mendukung terbentuknya budaya antikorupsi.

Hasil SPI Pendidikan 2026 selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat pendidikan berintegritas dan membangun budaya antikorupsi secara berkelanjutan.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button