Viral Keributan Puskesmas Gerokgak II, Kadiskes Sucipto: “Hanya Miskomunikasi”

Quotation:
”Puskesmas Gerokgak II tidak memiliki mobil ambulans jenazah. Hanya ada ambulans kegawatdaruratan, yang sesuai prosedur peruntukannya hanya boleh untuk layanan rujukan kegawatdaruratan,” jelas dr I Nyoman Suardyatma.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Keributan di Puskesmas Gerokgak II di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, sempat viral di media sosial. Keributan itu terjadi Sabtu (3/1/2026).
Akibatnya Pemkab Buleleng melalui Dinas Kesehatan (Diskes) pusing tujuh keliling. Untuk mengetahui kebenarannya, Diskes Buleleng melakukan penelususan. Alhasil, peristiwa itu disebut akibat salah paham alias miskomunikasi.
Bagaimana penjelasan Kepala Puskesmas Gerokgak 2, dr. I Nyoman Suardyatma? Dokter Suardyatma menjelaskan, awalnya datang keluarga membawa pasien yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia. Karena itu, keluarga memohon meminjam ambulans untuk mengantar jenazah.
”Puskesmas Gerokgak II tidak memiliki mobil ambulans jenazah. Hanya ada ambulans kegawatdaruratan, yang sesuai prosedur peruntukannya hanya boleh untuk layanan rujukan kegawatdaruratan,” ujarnya, Rabu (7/1).
Kata dia, Puskesmas Gerokgak II telah bersedia memfasilitasi ambulans jenazah yang ada di Puskesmas Gerokgak I. Namun keluarga pasien yang terlanjur panik dan histeris, disebut meluapkan emosi dengan menendang bak sampah dan memukul ambulans puskesmas. Bahkan ambulans milik TNI yang terparkir di sana juga ikut kena sasaran, padahal saat itu mengantar siswa TNI yang sedang sakit.
”Informasi video yang viral tersebut tidak benar. Kami sudah membantu memfasilitasi pengantaran jenazah. Namun perlu waktu menunggu ambulans jenazah yang ada di Desa Gerokgak (Puskesmas Gerokgak I). Kami bekerja sesuai prosedur dan aturan,” bantah Suardyatma.
Untuk itu, masyarakat diminta memahami prosedur layanan penggunaan mobil ambulans jenazah maupun ambulan kegawatdaruratan, yang ada di sebuah fasilitas layanan kesehatan. Sebab dengan ketidaktahuan prosedur, menjadikan miss informasi berujung kesalahpahaman.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto menyayangkan kejadian tersebut, karena adanya miskomunikasi dan emosi. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat secara menyeluruh, agar tidak kembali terjadi hal yang sama. Berupa edukasi kepada masyarakat terkait SOP pelayanan dan rujukan pemanfaatan mobil ambulans.
Ia mengatakan, Polsek Gerokgak juga sudah berkomitmen untuk menjaga keamanan pegawai kesehatan di Kecamatan Gerokgak.
”Harapannya masyarakat berhati-hati menerima informasi di media sosial yang belum tentu benar, melebih-lebihkan, serta mendiskreditkan salah satu pihak untuk menarik empati. Mari bijak dan hati-hati bermedia sosial karena sudah ada undang-undang ITE,” tegasnya berharap.
Writer/Editor: Francelino



