Masuk Ke Dalam Perhentian

“Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga” (Ibrani 4:11)
AYAT PENUNTUN hari ini mengajak kita untuk berusaha masuk ke dalam perhentian. Salah satu makna kata perhentian adalah mencapai tujuan. Sebagai contoh, ketika kita melakukan perjalanan, kita pasti memiliki tujuan tempat yang hendak dicapai, dan itulah tujuan akhir kita untuk berhenti. Rasa lega dan aman saat tiba di tempat tujuan menimbulkan kepuasan tersendiri.
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, tujuan atau perhentian mereka adalah tanah Kanaan, negeri yang dijanjikan Tuhan kepada mereka, sebuah negeri yang baik dan berlimpah susu serta madu (Bilangan 14:8). Namun, di tengah perjalanan menuju tempat perhentian tersebut, bangsa israel justru bersungut-sungut dan bahkan memberontak terhadap Allah. Mereka ingin kembali ke Mesir daripada mati di padang gurun. Sikap ini membangkitkan murka Tuhan, sehingga la menurunkan penyakit sampar atas mereka. Akan tetapi, karena Musa memohon pengampunan bagi bangsa Israel, Tuhan mengampuni mereka dan memberikan kesempatan sekali lagi.
Rasul Paulus menasihati orang-orang percaya, “Jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga” (Ibrani 4:11b). Mudah atau sulitnya seseorang masuk ke dalam perhentian yang disediakan Allah sangat bergantung pada ketaatan. Alkitab menyatakan bahwa ada yang masuk dan ada yang tidak masuk ke dalam perhentian itu (Ibrani 4:6), yaitu mereka yang taat dan mereka yang tidak taat.
Setiap orang tentu memiliki tujuan hidup. Namun, pertanyaannya adalah hal-hal apa yang perlu dipelajari agar kita dapat melangkah maju dan mencapai tujuan tersebut. Di sinilah sering kali kita gagal, menyerah, bersungut-sungut, merasa lelah, putus asa, bahkan memberontak seperti bangsa Israel. Hal ini terjadi karena kita tidak masuk ke dalam perhentian Tuhan. Perhentian Tuhan mengandung makna memasuki kepenuhan panggilan dan rencana Allah bagi hidup kita, sehingga bersama Dia kita dapat melakukan perkara-perkara besar, memenangkan peperangan rohani, dan mengalami perjumpaan yang nyata dengan Allah.
Karena itu, marilah kita memeriksa sikap hati dalam setiap proses kehidupan yang sedang kita jalani. Belajarlah taat, berhenti bersungut-sungut, dan percaya penuh kepada Tuhan. Saat kita memilih berserah dan taat, kita sedang melangkah masuk ke dalam perhentian Allah yang sejati.
Questions:
1. Apa bentuk ketidaktaatan atau sungut-sungut yang masih sering muncul dalam perjalanan iman anda?
2. Bagaimana anda dapat belajar masuk ke dalam perhentian Tuhan dalam situasi hidup saat ini?
Values:
Ketaatan kepada Tuhan menuntun kita masuk ke dalam perhentian-Nya, meskipun perjalanan iman penuh tantangan.
Kingdom Quotes:
Perhentian sejati bukanlah berhentinya masalah, melainkan dimulainya kepercayaan penuh kepada Tuhan.
Editor: Francelino
Sumber: King’s Sword (Jumat, 27 Februari 2026)



