INKAI Buleleng Gelar Open Tournament Karate SD–SMP se-Bali
Cetak Atlet dan Wasit Berprestasi Sejak Dini

Quotation:
“Kita tahu bersama bahwa sebuah prestasi tidak mungkin lahir begitu saja. Proses-proses pembinaan seperti inilah yang tentunya menghasilkan sebuah prestasi. Ini adalah hasil kerja INKAI Buleleng yang sebelumnya telah mengadakan Singaraja Karate Championship (SKC) dan secara rutin setiap tahun menggelar kejuaraan tingkat cabang,” ucap Dokter Caput.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Tahun baru, kreativitas dan inovasi baru. Itulah yang dilakukan Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Buleleng yang diketuai tokoh fenomenal Dr dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG di awal tahun 2026 ini.
INKAI Buleleng menggelar Kejuaraan Karate INKAI bertajuk “Singaraja Karate Championship Cup” ketujuh.
Kali Ini Kejuaraan Karate Inkai naik level menjadi Kejuaraan Karate Inkai Open Turnamen Antar Pelajar SD dan SMPS Se-Bali “Singaraja Karate Championship Cup I”. Pesertanya pun membludak dari seluruh Bali sebanyak 350 orang.

Kejuaraan ini sebagai bukti komitmen INKAI Buleleng dalam pembinaan olahraga karate sejak usia dini dengan menggelar Open Tournament Karate SD dan SMP se-Bali.
Kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan berkelanjutan yang selama ini dilakukan oleh INKAI Buleleng melalui berbagai kejuaraan tingkat cabang.
Ketua Harian INKAI Buleleng DR dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG, yang juga Ketua Umum FORKI Buleleng menilai kejuaraan tersebut sebagai hasil nyata dari proses pembinaan yang konsisten. Ia menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dan terencana.

“Kita tahu bersama bahwa sebuah prestasi tidak mungkin lahir begitu saja. Proses-proses pembinaan seperti inilah yang tentunya menghasilkan sebuah prestasi. Ini adalah hasil kerja INKAI Buleleng yang sebelumnya telah mengadakan Singaraja Karate Championship (SKC) dan secara rutin setiap tahun menggelar kejuaraan tingkat cabang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah INKAI Buleleng yang mengembangkan kejuaraan hingga level terbuka se-Bali sebagai upaya menguji kemampuan atlet di tingkat provinsi.
“Hari ini baru melakukan kegiatan Open Tournament antara pelajar SD dan SMP se-Bali. Ini prestasi yang luar biasa. Saya selaku Ketua Umum FORKI sangat mengapresiasi kerja-kerja pembinaan INKAI sejak dini,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, DR dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG, yang akan disapa Dokter Caput itu menyatakan, “Biar kita tidak hanya berbicara di level kabupaten saja, disini juga untuk menguji kemampuan atlet-atlet binaan kita di INKAI untuk tingkat provinsi Bali. Semakin sering kita mengikuti kejuaraan-kejuaraan, ini sebenarnya modal mereka percaya diri dan menghasilkan prestasi.”
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya menyasar atlet, tetapi juga wasit dan juri karate yang memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pertandingan dan prestasi atlet ke depan.
“Pembinaan ini tidak hanya untuk atlet yang nantinya mewakili daerah, tetapi juga ditujukan kepada wasit dan juri. Mereka inilah yang akan mengawal atlet-atlet kita saat mengikuti kejuaraan, dan ini sangat penting untuk menghasilkan prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disdikpora Buleleng, Putu Pasek Sujendra, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut. Ia menilai FORKI dan INKAI secara konsisten aktif menggelar event kejuaraan dari tingkat daerah hingga nasional.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Karena bukan baru kali ini, Cabor FORKI dan INKAI selalu menggelar event-event kejuaraan yang bersifat daerah, provinsi, hingga nasional,” katanya.
Ia menambahkan, kejuaraan Championship Karate SD dan SMP se-Bali ini sangat strategis sebagai ajang seleksi dan evaluasi atlet menjelang agenda besar ke depan.
“Kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik. Apalagi tahun 2026 sekitar Mei atau Juni akan digelar Porjar Bali, serta persiapan menuju Porprov Bali 2027 di mana Buleleng menjadi tuan rumah,” jelasnya.
Dengan digelarnya Open Tournament ini, INKAI Buleleng diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet karate berprestasi yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya wasit dan juri karate di Bali.
Writer/Editor: Francelino



