Lifestyle

Gubernur Koster Tanggapi Bully-an di Medsos dengan Santai

Quotation:
“Kalau ada yang masih ribut-ribut begini, begitu, kita sabar saja. Tugas kita itu bekerja, bukan berbicara di media sosial. Bekerja dan bekerja. Di-bully itu resiko sebagai pemimpin,” ucap Gubernur Koster.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Kendati performance selalu serius, tetapi Gubernur Bali Wayan Koster memiliki hati selembut salju. Sebagai bukti yang tidak marah dibully warganet di medsos.

Gubernur Koster menanggapai bully-an para buzzer di medsos itu dengan santai. Ia tidak mempermasalahkan berbagai komentar warganet maupun buzzer tersebut.

Bagi Gubernur Koster, kritik dan cibiran adalah bagian dari dinamika seorang pemimpin. Ia justru memilih fokus menjalankan tugas daripada menanggapi komentar warganet di dunia maya.

“Kalau ada yang masih ribut-ribut begini, begitu, kita sabar saja. Tugas kita itu bekerja, bukan berbicara di media sosial. Bekerja dan bekerja. Di-bully itu resiko sebagai pemimpin,” ucap Gubernur Koster saat menghadiri groundbreaking Shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9 dan 10 di Gitgit, Sukasada, Buleleng, Rabu (7/1/2026) lalu ditegaskan kembali kepada media ini, Jumat (16/1/2026).

Gubernur asal Desa Sembiran, KecamatanTejakula, Buleleng itu menilai komentar nyinyir warganet justru menjadi sarana untuk menguji ketahanan mental seorang pemimpin. Menurutnya, jika terlalu menanggapi hal tersebut, berarti mental seorang pemimpin belum kuat.

“Sekarang media sosial itu galak, jadi tidak apa-apa. Itu yang menguji kekuatan dan ketahanan mental,” jelasnya.

Gubernur putra Baliaga pertama itu menekankan, dunia akan terasa sepi tanpa adanya kritik maupun cibiran. Dengan gaya khasnya, Gubernur Koster malah mempersilakan warganet untuk melontarkan kritik sebagai bentuk koreksi terhadap kebijakan pemerintah.

“Saya sangat menikmati bully-bully-an seperti itu. Kalau tidak ada bully, sepi dunia. Kalau dunia sepi, kita tidak tahu mana yang baik, mana yang buruk,” ungkap Gubernur Koster dengan gaya khasnya.

“Bagi mereka yang merasa bahagia dengan cara mem-bully orang lain, dibiarkan selama tidak merugikan. Bagi saya, hidup yang paling mulia adalah membuat kebahagiaan bagi orang lain,” ucap Gubernur Koster nada menyindir.

Gubernur Koster juga menegaskan dirinya terbuka menampung seluruh kritik dari masyarakat. Setiap orang, menurut Gubernur Koster, memiliki cara masing-masing dalam menyampaikan masukan atau kritik terhadap pemerintah.

“Ada yang bilang, Pak di-bully terus bagaimana? Ya tidak apa-apa. Memang senangnya orangnya begitu. Kita tidak bisa menghalangi,” ucap Gubernur Koster.

Writer/Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button