Nasional

Gubernur Koster Hadiri Pertemuan Gubernur Eks-Sunda Kecil di Labuan Bajo

Melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Regional Bali-NTB-NTT

Quotation:
“Sinergi antar daerah menjadi kunci memperkuat daya saing kawasan Indonesia Timur secara kolektif,” ucap Gubernur Koster.

Labuan Bajo, SINARTIMUR.co.id – Setelah Provinsi Sunda Kecil “pecah” menjadi tiga provinsi pada tahun 1958 melalui Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggaran Timur (NTT), para pemimpin di eks-Provinsi Sunda Kecil membuat sejarah dengan menggelar pertemuan tiga Gubernur dari eks-Provinsi Sunda Kecil bertemu di Labuan Bajo mulai tanggal 28 Januari hingga 29 Januari 2026.

Ketiga Gubernur eks-Provinsi Sunda Kecil itu adalah Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Gubernur Bali, Wayan Koster dan Gubernur NTB, Petahana Lalu Muhamad Iqbal.

Humas Pemkab Buleleng dari Labuan Bajo melaporkan, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama dengan para Kepala Daerah se-Bali mendampingi Gubernur Bali I Wayan Koster dalam melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Regional Bali-NTB-NTT (KR-BNN) yang digelar di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1/2026).

Pemprov Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjalin kerja sama regional lintas sektor disebut KR-BNN, yang kini memasuki tahap penguatan implementasi.

Dilaporkan, pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal para gubernur yang dicapai di Bali pada 3 November 2025, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Mandalika, Lombok, NTB, pada 25 November 2025.

Gubernur Bali Wayan Koster kepada media ini menebutkan bahwa kesepakatan ini mencakup lima bidang strategis yakni integrasi perencanaan pembangunan regional, optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi, pengembangan energi terbarukan (super grid) transisi menuju energi hijau, penguatan perdagangan dan ekspor antar provinsi serta kerja sama di pengembangan sistem transportasi.

Kolaborasi tersebut mencerminkan model regionalisme baru yang tumbuh dari daerah, sebagai jawaban atas tantangan pembangunan nasional dan dinamika global. “Sehingga sinergi antar daerah menjadi kunci memperkuat daya saing kawasan Indonesia Timur secara kolektif,” ucap Gubernur Koster.

Agenda akan berlanjut Kamis (29/1/2026), dengan kegiatan city tour mengunjungi Goa Batu Cermin dan Puncak Waringin yang juga diisi dengan expo produk UMKM lokal, sebelum rombongan masing-masing provinsi bertolak kembali ke daerahnya.

Penyambutan Khusus Buta Gubernur Koster

Kehadiran Gubernur Bali, I Wayan Koster di Labuan Bajo disambut khusus oleh Gubernur NTT Melkiades Laka Lena didampingi Bupati Manggarai Barat Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng dan Sekretaris Daerah, Fransiskus Sales Sodo. Gubernur Koster beserta rombongan, tiba pertama di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, sekitar pukul 09.10 WITA.

Sebagai wujud penghormatan dan selamat datang, Bupati Edi secara khusus mengenakan selendang dan topi adat Manggarai kepada Gubernur Wayan Koster dalam prosesi penyambutan yang juga dimeriahkan oleh tarian khas Manggarai.

Kepada Gubernur I Wayan Koster, Bupati Edi menjelaskan bahwa sebagai tuan rumah, dirinya menyambut kehadiran para gubernur berikut perjanjian kerja sama yang akan ditandatangani ini, dengan penuh sukacita.

Usai mendarat di Labuan Bajo dan sarapan bersama dengan Gubernur Bali dan Gubernur NTT bersama para Bupati dan Walikota, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra pun melakukan video call dengan media sembari menjelaskan acara santai dan memperlihatan suasan kekeluargaan para pemimpin di eks-Provinsi Sunda Kecail via vdeo call tersebut. “Saya lagi di NTT. Sedang sarapan dengan bapak Gubernur,” ucap Bupati Sutjidra melalui video call dengan media ini.

Writer/Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button