Ground Breaking Titik Nol Singaraja, Bupati Sutjidra: “Semua Bangunan Bersifat Heritage”

Quotation:
“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja,” ucap Bupati Sutjidra.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Pengerjaan penataan Titik Nol Kota Singaraja dimulai. penataan diawali dari perobohan beberapa bangunan dan penataan pohon.
Bertempat di areal Rumah Jabatan Bupati Buleleng dan Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra beserta Ibu bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, unsur DPRD Buleleng, dan Sekda Buleleng, Gede Suyasa beserta Ibu melakukan Peletakan Batu Pertama/Ground Breaking Penataan Titik Nol Kota Singaraja, Jumat (20/2/2026).
Bupati Sutjidra menyampaikan pengerjaan proyek itu sudah berlangsung, dan kini dilakukan ground breakingnya. Melihat pengerjaan yang cukup lancar itu, pihaknya optimis penataan titik nol Kota Singaraja akan tuntas sesuai dengan rencana.
“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja. Anggarannya dari bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 25 miliiar dengan pengerjaan selama 150 hari kalender,” terang Bupati Sutjidra.
Disinggung terkait pro kontra, Bupati Sutjidra mengakui sikap pro dan kontra dari masyarakat akan penataan titik nol Kota Singaraja pasti terjadi, namun demikian pihaknya meyakini program penataan kawasan bersejarah di Kota Singaraja berdampak positif untuk masyarakat, terutama menjaga nilai-nilai sejarah yang sebelumnya jauh berubah.
Ditambahkan, selanjutnya penataan lobi Kantor Bupati juga akan di desain menjadi tempat menerima tamu/masyarakat ketika ingin “Mesadu” dan juga di kawasan puri secara berkelanjutan akan dibenahi. “Semua bangunan bersifat heritage dengan tidak ada lagi tembok-tembok tinggi. Lobi Bupati juga akan dikembalikan seperti dahulu menjadi tempat menerima tamu dan untuk kegiatan masyarakat untuk mesadu atau berdiskusi,” pungkasnya.
Writer : Francelino
Editor : Francelino



