Pemerintahan

BKPSDM Buleleng Gelar Bimtek Penyusunan Perencanaan Pengembangan Kompetensi ASN

Quotation:
“Transformasi birokrasi tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi kunci utamanya adalah sumber daya manusia,” ucap Dwi Adnyana.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Aparatur atau Human Capital Development Plan (HCDP). Kegiatan ini telah berlangsung selama 3 hari (10-12 Februari 2026) yang dibuka langsung oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Buleleng, I Made Dwi Adnyana.

Dihubungi terpisah pada Sabtu, (14/02), Dwi Adnyana menegaskan bahwa penyusunan rencana pengembangan kompetensi aparatur merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan birokrasi modern. Menurutnya, birokrasi saat ini tidak lagi sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi dituntut menjadi organisasi yang lincah (agile) dan kompetitif.

“Transformasi birokrasi tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi kunci utamanya adalah sumber daya manusia. Kabupaten Buleleng yang memiliki visi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan itu hanya dapat tercapai jika kita memiliki peta rencana yang jelas dalam pengembangan kompetensi aparatur,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Human Capital Development Plan (HCDP) memiliki peran vital sebagai instrumen strategis. Dokumen ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan menjadi panduan agar investasi pemerintah dalam pengembangan SDM tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kinerja organisasi.

Peserta bimbingan teknis ini merupakan pengelola dan perencana SDM di masing-masing perangkat daerah. Dwi Adnyana menyampaikan bahwa tugas peserta tidak hanya mengelola data kepegawaian, tetapi juga mampu menganalisis kesenjangan kompetensi (gap kompetensi), memetakan kondisi kompetensi saat ini, serta merumuskan kebutuhan kompetensi di masa depan.

“Konsep link and match harus benar-benar diterapkan. Pengembangan kompetensi melalui diklat, workshop, coaching, mentoring, dan metode lainnya harus berdampak langsung pada kinerja organisasi, bukan sekadar memenuhi jam pelajaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kepada seluruh peserta yang telah mengikuti setiap sesi pelatihan dapat segera mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di unit kerja masing-masing. Ia juga menargetkan terwujudnya kesamaan persepsi seluruh perangkat daerah dalam menyusun rencana pengembangan kompetensi, sehingga dokumen HCDP yang dihasilkan dapat terintegrasi dengan rencana strategis Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Mantan Camat Buleleng ini juga berharap, bimbingan teknis yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Writer: Francelino
Editor : Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button