Hukum

Bayi Laki-laki Lahir di Bawah Pohon Ketapang di Pantai Sangsit

Ibunya Asal Manokwari Papua Barat, dan Diduga ODGJ

Quotation:
”Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, kondisi ibu dalam keadaan sehat. Sementara bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 2,9 kilogram dan panjang badan 43 centimeter, juga dinyatakan dalam kondisi sehat,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz.

Sangsit, SINARTIMUR.co.id – Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dilahirkan di pantai Sangsit tepatnya pantai Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Informasi dari kepolisian bahwa perempuan yang melahirkan bayi tersebut bernama Neny Pungwam, asal Desa Asarbei, Kecamatan Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Berdasarkan informasi awal, perempuan tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan alais Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Bagaimana kisahnya? Orang pertama yang melihat bayi dengan ibunya itu adalah Made Tanaya, 46, warga Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, yang tanpa sengaja Kamis (15/1/2026) pagi melintas ke kawasan itu.

Made Tanaya melihat seorang perempuan sedang menggendong bayi yang dilahirkannya, di bawah pohon ketapang di areal pantai. Ia curiga, bayi tersebut baru saja dilahirkan, sebab kondisinya lemah dan berada di lokasi terbuka.

Made Tanaya lalu memberitahukan ke warga sekitar yang kebetulan melintas di dekat lokasi. Informasi ini lalu diteruskan ke kelian Banjar Dinas Pabean, Desa Sangsit serta bhabinkamtibmas Desa Sangsit. Tak lama, Polsek Sawan beserta tim medis datang guna memeriksa kondisi dan bayi, kemudian mengevakuasi ke Puskesmas Sawan I.

Foto Humas Polres Buleleng: Inilah ibu bayi laki-laki, yang diduga ODGJ sedang terbaring di Puskesmas Sawan I.

”Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, kondisi ibu dalam keadaan sehat. Sementara bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 2,9 kilogram dan panjang badan 43 centimeter, juga dinyatakan dalam kondisi sehat,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz.

Kasi Humas Yohana menjelaskan, kepolisian kini telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan lanjutan terhadap ibu dan bayi. Termasuk aspek kesehatan dan perlindungan sosial.

”Penanganan dilakukan dengan mengedepankan sisi kemanusiaan serta memastikan ibu dan bayi, mendapatkan perawatan dan pendampingan yang layak,” punkgas Kasi Humas Yohana.

Writer/Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button