Jelang 50 Tahun Gempa Seririt, Buleleng Diguncang Dua Gempa dalam Sehari

Quotation:
“Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas. Beberapa benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut,” kata Cahyo.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id — Wilayah Kabupaten Buleleng diguncang dua gempa tektonik pada Senin (13/7/2026). Gempa yang dirasakan warga di sejumlah daerah itu terjadi sehari menjelang peringatan 50 tahun gempa besar Seririt yang terjadi pada 14 Juli 1976.
Berdasarkan data real-time Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 17.45 Wita dengan magnitudo 3,5. Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 20.06 Wita, gempa kedua berkekuatan magnitudo 4,1 kembali mengguncang wilayah tersebut.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episentrum gempa kedua berada pada koordinat 8,16 derajat Lintang Selatan dan 114,77 derajat Bujur Timur, sekitar 28 kilometer timur laut Jembrana, dengan kedalaman 12 kilometer.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan, guncangan dirasakan di Kabupaten Buleleng dan Jembrana dengan intensitas III MMI.
“Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas. Beberapa benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut,” kata Cahyo.
Meski tidak menimbulkan kerusakan maupun korban, dua gempa yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam sempat membuat sebagian warga waspada. Ingatan terhadap gempa Seririt pada 14 Juli 1976 yang menimbulkan kerusakan luas masih membekas, terutama bagi warga yang mengalami langsung peristiwa tersebut.
Salah seorang warga mengaku masih mengingat dampak gempa yang terjadi setengah abad lalu. “Trauma itu masih ada. Apalagi besok bertepatan dengan peringatan 50 tahun gempa Seririt,” ujarnya.
Hingga Senin malam, BMKG belum menerima laporan mengenai korban maupun kerusakan akibat dua gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



