Nasional

Gubernur Koster Dampingi Wamenko Pangan Pimpin Apel Siaga Pilah Sampah di Bali

Quotation:
“Kita ingin memastikan sampah selesai di tempat dihasilkannya, baik di rumah tangga, desa atau kelurahan, desa adat, pasar, hotel, restoran, rumah ibadah, sekolah, maupun perkantoran,” kata Koster.

Denpasar, SINARTIMUR.co.id — Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq memimpin Apel Siaga Pilah Sampah di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Selasa (7/7/2026). Pemerintah mengingatkan potensi meningkatnya kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) pada musim kemarau serta menargetkan persoalan sampah di Bali dapat ditangani secara menyeluruh paling lambat Desember 2026.

Dalam apel tersebut, Hanif mengatakan perubahan iklim yang memicu musim kemarau berkepanjangan meningkatkan risiko kebakaran di TPA akibat akumulasi gas metana yang dihasilkan sampah organik. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota, khususnya di Bali, diminta segera melakukan langkah antisipasi secara tertib dan sistematis.

“Di tengah perubahan iklim yang tidak menentu, kita baru mendapat kabar TPA di Kabupaten Tangerang terbakar dan sampai hari ini apinya belum padam. Karena itu, seluruh pemerintah kabupaten dan kota, khususnya di Bali, harus segera melakukan langkah-langkah antisipasi secara tertib dan sistematis,” kata Hanif.

Ia mencontohkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, yang hingga kini dilaporkan masih sulit dipadamkan. Menurut Hanif, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber untuk mengurangi timbunan sampah organik di TPA.

Hanif menyebut Bali dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa menghasilkan sekitar 3.500 ton sampah setiap hari. Volume sampah tersebut, menurut dia, menuntut sistem pengelolaan yang lebih baik agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan maupun bencana.

Ia juga mengingatkan kebakaran yang melanda sedikitnya 35 TPA di Indonesia saat musim kemarau panjang pada 2023, termasuk TPA Suwung di Denpasar.

“TPA Suwung dengan luas sekitar 32 hektare saat itu separuh arealnya terbakar dan menimbulkan pencemaran lingkungan yang cukup besar. Jangan sampai kejadian seperti itu terulang,” ujarnya.

Menurut Hanif, kondisi TPA Suwung hingga kini masih berada dalam status kedaruratan. Penumpukan sampah organik atau sisa makanan yang berpotensi menghasilkan gas metana harus diminimalkan karena mudah memicu kebakaran saat musim kemarau.

“Penyebab utama kebakaran di TPA adalah akumulasi gas metana dari sampah organik. Oleh sebab itu, pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah yang tidak bisa ditawar lagi,” katanya.

Pemerintah menargetkan persoalan sampah di Bali dapat ditangani secara menyeluruh paling lambat Desember 2026.

“Target ini memang berat, tetapi harus menjadi komitmen bersama agar Bali memiliki sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Hanif.

Pada kesempatan itu, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada 10 desa yang dinilai berhasil menerapkan pemilahan sampah dari sumber, yakni Desa Sanur Kauh, Tegal Kertha, Kuta, Gulingan, Plaga, Taro, Bengkel, Baktiseraga, Cemenggaon, dan Padangtegal.

Gerakan Siaga Pilah Sampah ditandai dengan pemukulan kulkul serta penyerahan 10 unit alat Lahsamor untuk mengolah sampah organik.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak lagi dapat bergantung pada TPA sebagai solusi utama. Menurut dia, pengelolaan harus dimulai dari sumber sampah.

“Kita ingin memastikan sampah selesai di tempat dihasilkannya, baik di rumah tangga, desa atau kelurahan, desa adat, pasar, hotel, restoran, rumah ibadah, sekolah, maupun perkantoran,” kata Koster.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 yang diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

“Langkah paling awal sekaligus paling menentukan adalah memilah sampah sejak dari sumbernya,” ujar Koster.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button