Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Buleleng Berlangsung Hikmat dan Meriah
Dipusatkan di Taman Kota Singaraja, Wabup Buleleng Nyapa Umat Muslim Usai Sholat Id

Quotation:
“Berangkat dari silaturohim, kita Islam harapannya harus menjadi duta-duta kedamaian, sehingga saling bersinergi, maka perbedaan itu menjadi sunnatullah yang harus ada, kita jadikan sebagai rahmat bersama,” ucap H Agus Annurrachaman.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali, berlangsung hikmat, meriah dan damai.
Untuk di Kota Singaraja, Panitia Hari Besar Islam Kabupaten Buleleng menggelar sholat Id di Taman Kota Singaraja. Ribuan umat Muslim termasuk Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman bersama para perwira yang beragama Islam memenuhi lapangan Taman Kota yang cukup luas itu.
Sejak pukul 05.30 wita umat Muslim di Kota Singaraja dan sekitarnya mulai bergerak menuju tempat digelar sholat Id di beberapa tempat di Kota Singaraja. Kebanyakan umat Muslim di Kota Singaraja dan sekitarnya lebih memilih mengikuti Sholah Id yang digelar di Taman Kota di Jalan Ngurah Rai Singaraja.
Panitia menghadirkan Fajar Insani sebagai Imam dan H Agus Annurrachman sebagai khotib.
H Agus Annurrachman dalam kotbahnya menekankan bahwa Idul Fitri sebagai momentum kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Ia meminta umat Muslim di Buleleng untuk selalu membangun persaudaraan dan toleransi antar sesama umat beragama.

Pernyataan itu kembali ditegaskan H Agus Annurrachman saat diwawancarai wartawan.
“Idulfitri tahun ini sebagai momentum kemenangan bagi kita, setelah kita melaksanakan ibadah puasa menahan hawa nafsu, maka di tempat ini, suasananya banyak perbedaan di Mohammadyah, Pemerintah, dan saudara kita di Hindu yang melaksanaan hari raya bersamaan, maka ini tentu kesempatan bagi kita untuk bagaimana saling menghormati,” ucap Annurrcahman.
Annurrachaman menegaskan, “Jadi, Idulfitri kita jadikan kemenangan, bulan persaudaraan, dan tempat silaturohim harapannya dengan silaturohim ini menjadikan kita rukun, damai, dan tentunya menjadi kebanggaan bagi negara kita Indonesia.”
Annurrachman berharap memontum Idul Fitri ini menjadikan umat Muslim sebagai duta-duta kedamaian baik di Buleleng maupun dimana saja. “Berangkat dari silaturohim, kita Islam harapannya harus menjadi duta-duta kedamaian, sehingga saling bersinergi, maka perbedaan itu menjadi sunnatullah yang harus ada, kita jadikan sebagai rahmat bersama, menjadi penambah wawasan bersama, sehingga menjadi lebih mengetahui ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi,” tandas Annurrachman.
Wakil Bupati Sapa Umat Muslim
Sementara itu Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, SH, pun hadir di Taman Kota Singaraja untuk menyapa umat Muslim yang sedang melaksanakna Sholat Id sekaligus memantau situasi pelaksanaan Idul Fitri di Singaraja.
Wabup Supriatna yang dikenal murah senyum dan rendah hati itu menyalami setiap umat Muslim yang ikut Sholat Id di Taman Kota. Wabup yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng itu melayani permintaan umat Muslim mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk foto bersama.

Kepada wartawan Wabup Supriatna menyatakan, “Pertama saya mengucapkan selamat hari raya Idulfitri untuk umat muslim mohon maaf lahir dan batin Minal Aidin Wal Faizin. Hari ini saya menyapa dan sekaligus memantau pelaksanaan Sholat Id Idulfitri di Taman Kota Singaraja, melihat kondisi tertib dan masyarakat antusias hadir untuk mengikuti Sholat Id yang dilaksanakan oleh Panitia Besar Islam tahun ini.”
Terkait dengan beririsannya dua hari raya besar keagamaan yakni Nypei dan Idul Fitri yang selama ini dikhawatir sebagian orang bakal menimbulkan gesekan, Wabup Supriatna sambil tersebut menyatakan, “Dua hari raya yang berdekat atau beririsan yaitu Idulfitri dan Nyepi, bagi kami pemerintah daerah dan masyarakat Buleleng, hal ini sudah berulang kali beririsan, berdekatan antara Idulfitri dan Nyepi. Tentu karena sudah terbiasa dengan hal ini, saya kira masyarakat baik umat Hindu dan umat Muslim sudah bisa saling menghargai, sudah saling mengertilah, mungkin karena komunikasi antar tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama, mungkin FKUP sering menyampaikan dan mensosialisasikan agar perayaan hari raya agama yang beririsan bisa berjalan dengan baik. Kita saling menghargai perayaan-perayaan hari raya dari masing-masing warga masyarakat.”
Wabup Supriatna menilao bahwa secara umum pelaksanaan kedua hari raya besar keagamaan yakni Nyepi dan Idul Fitri berjalan dengan baik.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



