AgamaOpini

Proses Normal

“Saudara-saudara yang terkasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” (1 Petrus 4:12)

PENDERITAAN sering kali datang tanpa peringatan. Ketika masalah, penolakan, tekanan hidup, atau perlakuan tidak adil menimpa kita, reaksi pertama yang muncul adalah kebingungan dan kekecewaan. jiwa kita bertanya, “Mengapa ini terjadi padaku?” Namun Rasul Petrus dalam ayat 1 Petrus 4:12 mengingatkan kita bahwa penderitaan bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan warga Kerajaan Allah.

Rasul Petrus memulai ayat ini dengan sapaan “saudara-saudara yang terkasih” Hal ini menunjukkan bahwa sebelum membahas penderitaan, Tuhan terlebih dahulu menegaskan identitas kita: kita dikasihi. Ujian bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita, melainkan bukti bahwa Tuhan justru sedang bekerja di dalam hidup kita. Rasul Petrus menyebut penderitaan sebagai api pencobaan (Purosis) yaitu api yang memiliki fungsi memurnikan bukan api yang membinasakan.

Emas yang murni hanya dihasilkan melalui api. Demikian pula kita. Melalui tekanan dan kesulitan, Tuhan membersihkan hati kita dari berbagai “kotoran” seperti; kesombongan, ketergantungan pada diri sendiri dan iman yang dangkal. Apa yang tersisa setelah proses ini adalah iman yang kokoh dan tahan uji.

Ayat ini juga menantang cara pandang kita. Mengikut Kristus bukan jaminan hidup tanpa masalah. Justru, semua itu adalah bagian dari proses yang harus dilalui oleh setiap warga Kerajaan Allah. Ketika kita memahami hal ini, kita tidak lagi terkejut oleh penderitaan, melainkan belajar meresponsnya dengan iman, pengharapan dan bahkan kita dapat bersukacita saat berada dalam Purosis.

Pemahaman yang benar tentang Purosis juga menolong kita untuk tidak menghakimi orang lain yang sedang mengalami penderitaan. Tidak jarang orang menganggap mereka yang sedang mengalami kesulitan baik dalam kesehatan, keuangan, maupun aspek kehidupan lainnya sebagai orang berdosa atau terkena kutuk. Padahal, penderitaan tersebut bisa saja merupakan bagian dari proses Allah yang harus dilalui oleh setiap orang percaya.

Mari miliki mindset yang benar atas penderitaan yang kita alami. Kesulitan bukan untuk menghancurkan kita, melainkan membentuk kita. Api ujian bukanlah untuk mematikan iman melainkan untuk memurnikannya. Sebuah proses normal seorang warga Kerajaan Allah. Ini adalah mindset Kerajaan.

Questions:
1. Apakah anda pernah mengalami tekanan hidup? Bagaimana respons anda?
2. Apa pandangan anda tentang penderitaan yang sedang anda/rekan anda alami? Diskusikan!

Values:
Ujian membentuk karakter yang bernilai kekal, bukan sekadar keberhasilan duniawi yang sementara.

Kingdom Quotes:
Dalam Kerajaan Allah, api pencobaan bukan tanda penolakan, melainkan bukti bahwa Tuhan sedang memurnikan hamba-Nya.

Editor : Francelino
Sumber: King’s Sword (Sabtu, 21 Februari 2026)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button