AgamaInternasional

Pemerhati Lintas Iman: Tindakan Menag RI di Roma Merupakan Simbol Perdamaian Dunia

Quotation:
“Di saat dunia mengalami krisis teladan, keberanian Menag RI untuk menunjukkan sikap santun dan penuh kasih dianggap sebagai pengingat bahwa iman sejati tidak lahir untuk memisahkan, melainkan untuk menyatukan umat manusia dalam kerja nyata bagi perdamaian,” ucap Dar Edi Yoga.

Jakarta, SINARTIMUR.co.id – Di tengah situasi global yang kerap diwarnai ketegangan dan klaim kebenaran sepihak, sebuah tindakan simbolis dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mencuri perhatian dunia internasional.

Momen saat Menag RI memberikan penghormatan dengan mencium kepala dan tangan Paus Leo XIV, serta menyalakan Lilin Perdamaian di Roma, dipandang bukan sekadar protokol diplomatik, melainkan sebuah pesan teologis yang mendalam bagi perdamaian dunia.Peristiwa yang terjadi dalam peringatan 60 tahun Dokumen Nostra Aetate ini diikuti oleh tokoh-tokoh lintas agama dunia di bawah naungan komunitas Sant’Egidio.

Kehadiran Menag RI sebagai salah satu tokoh yang dipercaya menyalakan Lilin Perdamaian melambangkan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mengedepankan dialog dan rekonsiliasi antarumat beragama di kancah global.

Dar Edi Yoga, seorang aktivis Gereja Katolik dan pemerhati dialog lintas iman, memberikan apresiasi tinggi terhadap gestur tersebut.

Menurutnya, tindakan Menag Nasaruddin Umar menunjukkan wajah agama yang lembut dan rendah hati.

Penghormatan kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut diartikan sebagai pengakuan universal bahwa pemimpin agama adalah pelayan kemanusiaan yang harus saling menghargai kebijaksanaan dan dedikasi satu sama lain.

Lebih lanjut, penyalaan Lilin Perdamaian di Roma tersebut dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap kegelapan prasangka dan kekerasan.

Di saat dunia mengalami krisis teladan, keberanian Menag RI untuk menunjukkan sikap santun dan penuh kasih dianggap sebagai pengingat bahwa iman sejati tidak lahir untuk memisahkan, melainkan untuk menyatukan umat manusia dalam kerja nyata bagi perdamaian.Pesan moral yang dibawa Indonesia melalui momen ini sangat kuat: keberagaman bukanlah sebuah ancaman.

Dar Edi Yoga menyimpulkan bahwa iman tidak diukur dari kerasnya klaim kebenaran, tetapi dari kedalaman kemampuan mencintai sesama. Cahaya kecil dari lilin yang dinyalakan di Vatikan menjadi simbol harapan bahwa perdamaian global tetap mungkin dicapai melalui kerendahan hati dan dialog yang tulus.

Writer/Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button