Olahraga

Bupati Cup 2026: Putra Devata Mental Juara! Sempat Tersungkur, Akhirnya Curi Poin

Quotation:
“Ke depan, tidak henti untuk evaluasi. Karena lagi-lagi dekat menit akhir, disamakan kedudukannya. Laga berikutnya jadi hidup mati,” tegas Ari Suandiana.

Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Nyaris tumbang, Putra Devata menunjukkan daya juang untuk menghindari kekalahan! Sempat unggul lebih dulu sebelum berbalik tertinggal, Putra Devata akhirnya memaksakan hasil imbang 2-2 kontra Sukla Bali FC dalam lanjutan Grup B Bupati Cup 2026 di Stadion Mayor Metra, Rabu (14/10/2026).

Hasil ini membuat persaingan menuju fase berikutnya semakin panas. Tak ada ruang untuk lengah. Setiap poin bisa menjadi penentu nasib tim!

Putra Devata sejatinya mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Baru tujuh menit laga berjalan, Komang Restu Mahendra sukses membobol gawang Sukla Bali FC. Gol cepat itu membawa Putra Devata memimpin 1-0.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Sukla Bali FC bangkit dan menghukum kelengahan lawan lewat dua gol beruntun. Ketur Darsa Darma mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-25, disusul Gede Sudi Juniasa dua menit kemudian.

Dalam sekejap, keadaan berbalik! Sukla Bali FC unggul 2-1 dan membuat Putra Devata berada dalam tekanan.

Kartu Merah, Momentum Berubah!

Drama berlanjut pada babak kedua. Sukla Bali FC harus bermain dengan 10 orang setelah pemain bernomor punggung 18, I Kadek Yasa, melakukan pelanggaran keras terhadap Panca Suka.

Keuntungan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Putra Devata. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-41, ketika Gede Agus Sukrena yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyambar tendangan bebas eksekusi Wahyu Adi. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-2!

Putra Devata pun terhindar dari kekalahan setelah sempat berada dalam posisi tertinggal. Meski begitu, hasil imbang ini belum membuat mereka bisa bersantai.

Pelatih Putra Devata, Gede Suryatama, mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi sebelum pertandingan berikutnya.

“Dibilang meremehkan lawan, saya juga kurang tahu juga. Tapi jadi evaluasi untuk pertandingan terakhir, karena kami belum tentu lolos. Apa pun kesalahan kecil, semua dievaluasi,” ujar Suryatama.

Sukla Bali FC Kembali Kecewa

Di kubu seberang, hasil imbang ini menjadi pukulan tersendiri bagi Sukla Bali FC. Kemenangan yang sudah di depan mata kembali buyar akibat kegagalan menjaga keunggulan hingga menit-menit akhir.

Pelatih Sukla Bali FC, I Gede Ari Suandiana, menegaskan timnya harus segera berbenah. Fokus pemain menjadi salah satu aspek yang wajib diperbaiki.

“Ke depan, tidak henti untuk evaluasi. Karena lagi-lagi dekat menit akhir, disamakan kedudukannya. Laga berikutnya jadi hidup mati,” tegas Ari Suandiana.

Pernyataan itu menggambarkan betapa krusialnya pertandingan selanjutnya. Satu kesalahan kecil bisa berujung fatal, sementara satu kemenangan dapat mengubah peta persaingan.

Tunas Harapan Ikut Panaskan Persaingan

Pada pertandingan lainnya, Tunas Harapan akhirnya meraih tiga poin pertama setelah menundukkan Satria Muda dengan skor tipis 2-1.

Kurniawan membawa Tunas Harapan unggul pada menit ke-21. Satria Muda baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-78 melalui Ketut Deni Dia Saputra.

Namun, ketika laga tampak akan berakhir imbang, Zidan Ardiansyah muncul sebagai penentu kemenangan. Golnya pada menit ke-84 memastikan Tunas Harapan mengamankan kemenangan 2-1.

Manajer Tunas Harapan, Romi Iskandar, mengakui timnya masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik. Tim asal Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, tersebut baru terbentuk beberapa bulan lalu.

“Tim ini masih kurang optimal, karena dibentuk baru beberapa bulan. Apa pun hasilnya, kami terima,” kata Romi.

Persaingan Makin Panas!

Hasil dua pertandingan tersebut membuat persaingan di klasemen sementara Grup A semakin ketat. Putra Devata berada di puncak dengan koleksi empat poin, disusul Tunas Harapan dengan tiga poin. Sukla Bali FC mengantongi dua poin, sedangkan Satria Muda mengumpulkan satu poin.

Dengan dua dari tiga klub teratas berpotensi melaju ke babak berikutnya, persaingan dipastikan berlangsung sengit hingga pertandingan terakhir.

Putra Devata memang masih memimpin, tetapi posisi itu belum aman. Mental, konsistensi, dan ketajaman akan menjadi modal penting untuk memastikan langkah mereka tetap berlanjut di Bupati Cup 2026.

Writer: Francelino
Editor: Francelino

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button