Polres Buleleng Gelar Apel Operasi Ketupat Agung 2026 di Taman Kota Singaraja
Kapolres Ruzi Siapkan Lima Strategi Fokus Ops Ketupat di Buleleng

Quotation:
”Sesuai kesepakatan di FKUB, takbiran dilaksanakan di rumah masing-maisng, tidak menggunakan pengeras suara. Intinya jaga kerukunan dan hormati antar umat beragama,” tegas Kapolres Ruzi.
Singaraja, SINARTIMUR.co.id – Dalam rangka pengamanan hari raya keagamaan yakni Nyepi dan Idulfitri yang nyaris berbareng, Polres Buleleng, Bali, melakukan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 bertempat di Taman Kota Singaraja, Kamis (12/3/2026) sore dengan inspektur upacara Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman.
Apel itu juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Gede Supriatna bersama sejumlah pejabat penting di lingkup Pemkab Buleleng, Dandim 1609/BulelengLetkol Inf Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P., Kajari Buleleng Edi Irsan Kurniawan, S.H., M.H, Ketua PN Singaraja I Made Bagiarta, S.H., M.H dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepada wartawan, Kapolres Buleleng Ruzi yang bertindak sebagai inspektur upacara menyatakan bahwa pihaknya tidak menyiapkan lima strategi difokuskan Polres Buleleng selama 13 hari kedepan. Ini dalam rangka pelayanan Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri yang dibalut dalam Operasi (Ops) Ketupat 2026. Tentu dengan ini juga, masyarakat Buleleng diminta untuk tetap menjaga keharmonisan dan kerukunan.
Kapolres Ruzi menjelaskan bahwa selama opesarp ini pihaknya melibatkan 241 personel internal baik polres maupun Polsek jajaran. Tetapi tim akan diperkuat personel dari dinas-dinas terkait lainya, juga unsur potensi masyarakat. Operasi Ketupat Agung 2026 muali Jumat (13/3) sampai Rabu (25/3/2026).
”Ada strategi khusus yang kami terapkan yakni saat mudik, Hari Suci Nyepi, Hari Raya Idulfitri, libur, dan arus balik. Lima strategi ini kami kedepankan dan kerjakan selama Ops Ketupat 2026,” ujarnya.
Dilanjutkannya, berdasarkan kesepakatan FKUB, pemerintah daerah, serta majelis keagamaan mengenai pelaksanaan takbiran yang bersamaan dengan sipeng, Polres Buleleng menyebut saat ini sedang melaksanakan sosialisasi sampai ke masyarakat level bawah. Harapannya, kesepakatan ini cepat dipahami dan dimengerti.
Kapolres Ruzi menjelaskan, berdasarkan kesepakatan, takbiran dilaksanakan di rumah masing-masing, tidak menggunakan pengeras suara, dan penerangan terbatas secukupnya. Pihaknya berharap umat Muslim yang melaksanakan Idulfitri pada Jumat (20/3/2026) dapat memahami dan memaklumi.
”Sesuai kesepakatan di FKUB, takbiran dilaksanakan di rumah masing-maisng, tidak menggunakan pengeras suara. Intinya jaga kerukunan dan hormati antar umat beragama,” pesan tegas Kapolres Buleleng.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna juga mengingatkan semua umat di Kabupaten Buleleng khusus untiuk tetap menjaga kerukunan. Ia mengatakan, kalau berbarengannya Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri memang sering terjadi beberapa kali di Bali. Tentu saja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng berharap masyarakat tetap melaksanakan kegiatan keagamaan sebaik-baiknya, juga saling menghormati dan menjaga kondusifitas.
Kata Wabup Supriatna, Pemkab Buleleng yang mengadakan kegiatan Safari Ramadhan, juga menekankan saling menjaga ketertiban dan kondusifitas di Buleleng, dalam merayakan hari besar keagamaan.
”Masyarakat sudah mengerti dan saling menghargai hari raya masing-masing. Nanti penjagaan sipeng, selalu ada sinergi selain TNI dan Polri, juga pecalang serta Banser dan Kokam,” tandas Wabup Supriatna.
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 ini diikuti anggota Polres Buleleng dan jajaran, TNI, Satpol PP Kabupaten Buleleng, Dishub Buleleng, Basarnas, Pecalang dan organisasi pegamanan keagamaan lainnya.
Writer: Francelino
Editor: Francelino



